Infrastruktur Jalan Buruk, Warga di Mamasa Tandu Pasien ke Rumah Sakit

Huzair Zainal ยท Jumat, 18 Januari 2019 - 17:45 WIB
Infrastruktur Jalan Buruk, Warga di Mamasa Tandu Pasien ke Rumah Sakit

Warga di Mamasa menandu keluarga yang sakit karena infrastruktur jalan yang buruk di perkampungan mereka. (Foto: iNews/Huzair Zainal).

MAMASA, iNews.id - Minimnya infrastruktur jalan dan fasilitas kesehatan, seorang warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Betti (40) harus ditandu dari kampung halamannya ke rumah sakit. Keluarga pasien harus membopongnya dengan perjalanan sejauh 7 kilometer dengan berjalan kaki.

"Karena tidak terjangkau mobil di sana," kata anggota keluarga pasien, Aski, di Rumah Sakit Banua Mamase, Kabupaten Mamasa, Sulbar, Jumat (18/1/2019).

BACA JUGA: 

Dia bersama empat orang kerabat dan anggota keluarganya menandu Betti dari Dusun Pa'la di Desa Taupe, Kecamatan Mamasa. Sekitar satu jam mereka membawa Betti yang berbaring lemas di dalam tandu rakitan, yang hanya beralas kain sarung dan pegangan dari batang bambu.

Menurut Aski, dusun tempat tinggalnya merupakan kawasan terpencil, di mana belum ada akses jalan yang dapat dilintasi mobil. Mereka harus keluar dari perkampungan tersebut selama 30 menit lebih. Setelah itu, barulah tiba ke pedesaan Taupe, yang mana hanya berjarak beberapa kilometer dari rumah sakit.

"Satu jam perjalanan kira-kira kalau jalan kaki," ujar dia.

Sementara itu, dokter di Rumah Sakit Banua Mamase, Alberth mengatakan, selama ini kalau ada warga yang sakit di pedalaman Desa Taupe, mereka memang menandu pasien ke rumah sakit. Alasannya, banyak akses di perkampungan tersebut memang sulit dilintasi kendaraan roda dua.

BACA JUGA: 

"Di sini memang tersedia ambulans, tapi biasanya dipakai dari rumah sakit ke rumah sakit. Bukan dari rumah sakit ke rumah atau sebaliknya," kata dokter Alberth.

Sedangkan untuk penyakit yang tengah diderita pasien, kata dia, masih dilakukan diagnosis lebih dulu. Tim medis pun sudah mengambil sampel darah dan hasil pemeriksaan sementara untuk mengetahui penyakit yang diderita pasien.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal