IPM Pontang Serukan Pesan Damai Melalui Internet

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 27 Desember 2018 - 14:56 WIB
IPM Pontang Serukan Pesan Damai Melalui Internet

Jurnalis senior Harian Republika, Muhammad Fakhruddin (tengah), menyampaikan materi tentang jurnalisme positif di hadapan peserta seminar Peace Stories for Peace Islamic Society di Pontang, Kabupaten Serang, Banten, pekan lalu. (Foto: Isitimewa)

SERANG, iNews.id – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pontang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat belum lama ini mengadakan seminar dan workshop Peace Stories for Peace Islamic Society bertajuk Generating Positive Islamic Content in Internet Trough Millenial Generation to Eradicate Terorism Content. Kegiatan diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Pontang dan Pusat Dakwah Muhammadiyah Cabang Pontang (Masjid Darul Arqom), Serang, Banten, dari 15-16 Desember 2018.

Agenda tersebut didukung beberapa lembaga, di antaranya Madrasah Digital dan Rumah Dunia, dan diikuti ratusan peserta yang umumnya terdiri atas pelajar dan mahasiswa. Sejumlah pemateri hadir mengisi kegiatan tersebut, yaitu Theresia Andriani (information assistant United State Embassy Jakarta), Muhammad Fakhruddin (jurnalis di media nasional), Yogi Ardhi (fotografer senior di media nasional), Reza El Reise (penyiar televisi nasional), dan Fahd Pahdepi (penulis novel).

Koordinator acara seminar, Farid Supriadi mengatakan, sudah sepatutnya generasi muda mengikuti perubahan dan perkembangan zaman digital. “Dampak global tidak mengenal masyarakat kota maupun desa. Maka dari itu sudah sepatutnya generasi muda untuk mengikuti perubahan, perkembangan zaman digital, dan sikap pemuda harus jeli serta bisa memanfaatkan era ini,” kata Farid saat memberikan sambutan dalam acara akhir pekan lalu.

Dia menuturkan, dalam kegiatan seminar tersebut, para peserta diasah untuk meningkatkan kemampuan menulis (jurnalistik) dan menganalisis mereka, sehingga nanti bisa mengaktualisasikan konten-konten positif di media sosial dan terhindar dari hoaks serta konten radikal.

“Peserta bisa mengaktualisasikan konten-konten positif di media sosial melalui tulisan, fotografi, dan videografi, serta kemampuan melihat konten sebelum membagi pada orang lain untuk menangkal hoaks dan bijak bersosial media,” ujarnya.

Rangkaian seminar dan workshop dibuka oleh Information Assistant United State Embassy Jakarta, Theresia Andriani. Dalam sambutannya, Theresia mengatakan, Kedutaan Besar Amerika Serikat dengan senang hati mendukung program Peace Stories for Peace Islamic Society ini karena sama seperti Indonesia, Amerika juga mendukung ke akses informasi. Dengan pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat menggunakan media sosial atau konten internet dengan lebih positif.

“Dengan berkembangnya internet kita sering tersesat, menyebarkan berita yang kurang positif. Dan, semoga dengan adanya pelatihan ini kita bisa lebih bijaksana lagi dengan menggunakan media sosial atau konten internet untuk hal-hal yang lebih positif sehingga dapat membawa pesan damai,” ucapnya.

Usai seminar dan pelatihan, para peserta menyerukan pesan damai melalui internet dengan mengunggah konten positif berupa tulisan, foto, dan video yang telah mereka buat lewat akun media sosial masing-masing dengan tagar #PeaceStoriesforPeaceIslamicSociety, #PeaceStories, #PeaceIslamicSociety, dan #Banten.


Editor : Ahmad Islamy Jamil