Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Eryanto Korban Lion Air JT 610

Antara ยท Selasa, 06 November 2018 - 10:31 WIB
Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Eryanto Korban Lion Air JT 610

Evakuasi jenazah korban Lion Air JT 610. (Foto: Antara)

PANGKALPINANG, iNews.id - Jenazah Eryanto, korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat tiba di rumah keluarganya Perumahan Tanjung Bunga Cluster Mawar Air Itam Pangkalpinang, Selasa (6/11/2018). Jenazah almarhum tiba tepat pukul 08.50 WIB.

Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabatnya yang sudah menunggu sejak dini hari. Sejumlah aparat Kepolisian, Jasa Raharja dan pihak maskapai Lion Air turut mengantar jenazah Eryanto.

Selain itu, ratusan PNS memadati rumah duka yang tidak lain kerabat dan teman kantornya karena almarhum salah satu PNS yang bertugas di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 Tibanya di rumah duka, ratusan warga yang melayat mengikuti yasinan bersama untuk jenazah.

Jenazah Eryanto akan dimakamkan langsung di Pemakaman Sinar Bulan Air Itam yang tidak jauh dari rumah duka. Sebelum dimakamkan, jenazah dishalatkan di masjid Al-Iman Desa Air Itam Pangkalpinang.

BACA JUGA: 

Jenazah Karmin, Korban Lion Air Asal Babel akan Dimakamkan di Koba

2 Jenazah Korban Lion Air JT 610 Tiba di Pangkalpinang

5 Jenazah Korban Lion Air Diberangkatkan ke Pangkalpinang Selasa Pagi

 


 "Kami akan langsung memakamkan almarhum setelah yasinan bersama ini. Sebelumnya jenazah akan dishalatkan di masjid Al-Iman," ujar Suparta, salah satu saudara Eryanto.

Di mata rekan-rekannya, Eryanto dikenal sebagai pribadi yang baik dan tekun. "Almarhum orang yang baik, tekun, rajin dan punya prinsip," kata Amransyah Muslimin, salah satu PNS Pemprov Babel yang pernah menjadi atasan korban.

Amransyah mengatakan, selain menjadi staf yang baik, almarhum dikenal orang yang ramah, supel, mudah berteman dan teman yang baik karena sering berbagi suka dan duka bersama. "Almarhum bukan hanya saya anggap sebagai bawahan, tapi sebagai sahabat dan sudah seperti keluarga sendiri karena memang orang yang baik," ujarnya.

Salah satu tetangga almarhum, Usril Nopendri mengatakan, almarhum sosok yang ramah, mudah bergaul dan banyak teman karena sering berkumpul dengan tetangga. "Beliau bukan hanya tetangga, tapi seperti saudara. Belasan tahun kenal beliau orang yang baik. Di sela waktu kosong beliau selalu berkumpul dengan tetangga," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra