Isu Tsunami di Pesisir Mamuju, BMKG Majene Pastikan Hoaks

Antara ยท Kamis, 27 Desember 2018 - 21:04 WIB
Isu Tsunami di Pesisir Mamuju, BMKG Majene Pastikan Hoaks

Isu tsunami yang akan melanda Mamuju, Sulbar pada Jumat, 28 Desember 2018 dipastikan hoaks. (Foto: ilustrasi)

MAMUJU, iNews.id - BMKG Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat di daerah itu, khususnya warga Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah agar tidak percaya akan isu bakal terjadi tsunami pada Jumat, 28 Desember 2018.

Prakirawan BMKG Majena, Musrawati menegaskan, isu adanya tsunami tersebut tidak benar alias hoaks. Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu menyesatkan tersebut.

"Kami pastikan, isu akan terjadinya tsunami di wilayah Sulbar pada 28 Desember 2018 adalah hoaks atau informasi bohong. Jadi kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak percaya isu tsunami itu," kata Prakirawan BMKG Majena Musrawati, dihubungi dari Mamuju, Kamis (27/12/2018) sore.

Dia menjelaskan, bahwa tsunami bisa terjadi jika sebelumnya terjadi gempa bumi. "Jadi, isu yang menyebutkan bahwa akan terjadi tsunami pada 28 Desember 2018 itu, kami pastikan 'hoaks' sebab tsunami itu dipicu oleh gempa bumi. Terjadinya gempa juga tidak bisa diprediksi sehingga jika ada informasi yang memastikan waktu terjadinya tsunami, itu tidak benar," kata Musrawati.

BACA JUGA:

Beredar Isu Tsunami di Bengkulu, BMKG: Itu Hoaks

Ribuan Pengungsi di Bandar Lampung Menangis akibat Isu Tsunami Susulan

Ada Isu Tsunami, Ribuan Warga Nabire Papua Panik dan Mengungsi

BMKG Majene, lanjut dia, juga telah mendapat informasi bahwa sejumlah warga di Kabupaten Mamuju Tengah mengungsi akibat isu tsunami tersebut.

"Kemarin (Rabu) ada warga yang melaporkan bahwa sejumlah warga di Kabupaten Mamuju Tengah telah mengungsi akibat isu tsunami itu. Jadi sekali lagi kami tegaskan isu tsunami 28 Desember adalah 'hoaks' atau bohong," tandas Musrawati.

Namun, BMKG Majene mengingatkan masyarakat di Sulbar untuk tetap waspada. Sebab kawasan itu berpotensi terjadi gelombang tinggi hingga dua meter, menyusul kawasan tersebut masih sering terjadi hujan disertai angin kencang.

"Potensi terjadinya gelombang tinggi hingga dua meter di sebagian wilayah Sulbar dalam sepekan ke depan diprediksi bisa terjadi sebab saat ini hujan dengan kategori ringan hingga sedang disertai angin kencang masih sering terjadi," ucapnya.

Menurut Musrawati, gelombang dengan ketinggian hingga dua meter berpotensi terjadi di Selat Makassar dan sebagian wilayah perairan Sulbar, tetapi itu bukan tsunami. “Jadi, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada tetapi jangan panik sebab tsunami bisa terjadi jika dipicu oleh gempa dan sejauh ini tidak ada gempa di wilayah Sulbar," tandas Musrawati.

BACA JUGA: Ada Isu Tsunami, Puluhan Warga di Pesisir Mamuju Mengungsi ke Bukit

Seorang warga, Mamuju Ali mengatakan, sejumlah warga di daerah itu mengungsi ke sejumlah daerah seperti Kabupaten Majene dan Polewali Mandar akibat adanya isu tsunami pada 28 Desember 2018.

"Warga banyak mengungsi ke Polewali Mandar dan Majene karena ada isu bahwa akan terjadi tsunami pada 28 Desember 2018," kata Ali.

Akibat isu tsunami itu, puluhan warga di Kalurahan Rangas, Kecamatan Simboro Kapulauan, Kabupaten Mamuju, membuat tenda-tenda di kawasan perbukitan.

Tenda pengungsian itu, berada di atas bukit berjarak sekitar 300 hingga 500 meter dari pemukiman mereka.


Editor : Kastolani Marzuki