Janji Terakhir Korban Penembakan KKB Cary Satrino kepada Ibunya

Jufri Tonapa ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 20:57 WIB
Janji Terakhir Korban Penembakan KKB Cary Satrino kepada Ibunya

Keluarga menangis histeris menyambut peti jenazah Carly Satrino, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Sabtu (8/12/2018). (Foto: iNews/Jufri Tonapa)

TORAJA UTARA, iNews.id – Kematian Carly Satrino membuat keluarga besarnya di Dusun Tambunan Lembang Tallung Penanian, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami duka mendalam. Keluarga seolah belum percaya, pemuda yang menjadi tulang punggung keluarganya itu menjadi salah satu korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Saat peti jenazah Calling, panggilan akrab Carly Satrino masih dalam perjalanan, suara tangisan histeris ratusan keluarga sudah terdengar dari jauh, Sabtu (8/12/2018). Peti jenazahnya diantarkan ratusan orang. Sementara banjir air mata sudah memenuhi rumah duka.

Begitu diturunkan, puluhan ibu-ibu berebut memeluk peti jenazah Calling dan menangis sejadi-jadinya. Mereka berteriak meluapkan kesedihannya. Sementara ratusan orang lainnya juga menangis. Mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, hingga orang tua, tampak meneteskan air mata. Mereka sepertinya sangat dekat dan mengenal korban semasa hidup.

BACA JUGA: 

Jenazah Kepala Proyek Trans Papua Korban KKB Tiba di Bandara Kupang

Isak Tangis Iringi Kedatangan 16 Jenazah Korban Penembakan KKB

Dari semua keluarga yang menangis, salah satunya ibu korban, Yulianti Sandana. Namun, dia terlihat tabah menerima kematian putra ketiganya dari tujuh bersaudara itu.

Di mata keluarga, almarhum Carly Satrino sosok yang baik, penyayang dan peduli pada keluarga. Dia juga sosok pekerja keras dan suka membantu.

Selama ini, dia menjadi tulang punggung keluarganya. Ayahnya Esron Duma, sudah beberapa tahun sakit-sakitan sehingga tidak bisa mencari nafkah bagi keluarga besar itu.

“Dia sangat penyayang. Dia jadi tulang punggung keluarga karena bapaknya sudah sakit-sakitan, kena stroke. Dia sudah lima tahun lebih kerja di Papua,” kata Yulianti Sandana.

Yulianti pun masih mengingat janji terakhir putranya. Calling berjanji akan pulang ke kampung halaman untuk merayakan ulang tahunnya. “Dia janji, mama, saya tidak pulang bulan Desember, nanti bulan Agustus 2019 saya pulang merayakan ulang tahun saya,” ungkap Yulianti mengulangi kata-kata putranya Calling.

Sementara itu untuk pemakaman korban Carly Satrino direncanakan oleh keluarga pada hari Selasa, 11 Desember mendatang. Diketahui korban merupakan salah satu dari ketujuh warga asal Toraja Utara, yang menjadi korban pembantaian KKB di Kabupaten Nduga, Papua.


Editor : Maria Christina