Jembatan Penghubung Puluhan Desa di NTT Ambruk Diterjang Banjir

Antara ยท Kamis, 21 Februari 2019 - 11:09 WIB
Jembatan Penghubung Puluhan Desa di NTT Ambruk Diterjang Banjir

Ilustrasi jembatan ambruk. (Foto: Dok iNews.id)

KUPANG, iNews.id – Jembatan Neobunu penghubung puluhan desa di Desa Oeekam, Kecamatan Amanuban Tumur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), ambruk dan putus diterjang banjir bandang. Akibatnya, akses transportasi putus total.

“Jembatan tersebut dilaporkan putus pada Rabu (20/2/2019),” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Jimmy Mella di Kupang, Kamis (21/2/2019).

Menurut Jimmy, jembatan itu ambruk menyusul hujan deras yang terus mengguyur wilayah itu sejak 17 Februari 2019. Aliran air dari kali Noebunu semakin deras dan menggerus tebing di ujung jembatan sehingga menyebabkan jembatan ambruk dan badan jalan pun amblas.

BACA JUGA:

Jembatan Putus Diterjang Banjir, Akses Kefamenanu-Wini Lumpuh Total

Dihantam Banjir, Jembatan Penghubung Boyolali-Semarang Putus

Pascaambruknya jembatan, para petugas sudah ke lokasi untuk mencari solusi menyiapkan jalan darurat. Petugas mengupayakan agar akses transportasi bisa segera pulih kembali. “Dari komunikasi terakhir, petugas sudah menuju lokasi untuk mempersiapkan penanganan darurat,” ujarnya.

Saat ini, jalur jalan tersebut bisa dilewati para pejalan kaki, tetapi dengan sangat hati-hati. Kondisi ini karena para pejalan kaki harus berjalan di atas batang kelapa yang dipasang melintang menghubungkan badan jembatan dengan badan jalan yang sudah terpisah sekitar hampir 4 meter.

“Sementara ketinggian badan jembatan ke dasar Kali Noebunu mencapai puluhan meter,” katanya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini wilayah NTT sedang memasuki puncak musim hujan sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.


Editor : Maria Christina