Jenazah Emanuel Korban KKB Disambut Lambaian Merah Putih di Tunbakun

Sefnat Besie ยท Minggu, 09 Desember 2018 - 02:31 WIB
Jenazah Emanuel Korban KKB Disambut Lambaian Merah Putih di Tunbakun

Ratusan anak melambaikan bendera Merah Putih sepanjang jalan saat menyambut kedatangan jenazah Emanuel Beli Banp Naektias di Kampung Tunbakun, Kelurahan Kefa Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Sabtu (8/12/2018). (Foto: iNews/Sefnat Besie)

TUNBAKUN, iNews.id – Jenazah Emanuel Beli Bano Naektias, salah satu korban pembantaian sadis oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, tiba di Kampung Tunbakun, Kelurahan Kefa Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu malam (8/12/2018). Kedatangannya disambut ratusan anak bagai pahlawan, dengan melambaikan bendera Merah Putih di sepanjang jalan menuju rumah duka.

Emanuel merupakan Kepala Pelaksana Pekerjaan Jembatan Jalan Trans Papua di PT Istaka Karya. Jenazah korban diantarkan langsung oleh dua anggota Polda Papua dan perwakilan perusahaan tempat korban bekerja. Isak tangis keluarga pun memenuhi halaman dan rumah duka saat melihat foto bersama peti jenazah korban diusung keluar dari mobil ambulans milik TNI Angkatan Udara (AU) masuk ke rumah duka.

“Selamat datang Kakak Ema. Mengapa engkau datang dengan peti jenazah seperti ini,” kata salah seorang keluarga korban disambut tangisan histeris para keluarga.

BACA JUGA:

Jenazah Kepala Proyek Trans Papua Korban KKB Tiba di Bandara Kupang

Janji Terakhir Korban Penembakan KKB Cary Satrino kepada Ibunya

Korban merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan suami istri Martinus Bano dan Yoneta Koko. Pihak keluarga berencana memakamkan jasad almarhum Emanuel pada Senin depan (10/12/2018) di Pekuburan Umum Bijae-Sunan.

Jenazah Emanuel Beli Bano Naektias tiba di rumah duka di Kampung Tunbakun, Kelurahan Kefa Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu malam (8/12/2018). (Foto: iNews/Sefnat Besie)


Ibu kandung korban, Yoneta Koko didampingi sejumlah keluarga besar korban sebelumnya mengatakan, pada awalnya dirinya dan seluruh keluarga tak percaya dengan informasi beredar yang menyebutkan putra sulungnya menjadi korban kebiadaban KKB di Papua. Mereka mendapat informasi terkait putranya dari sejumlah media.

“Namun, semua pemberitaan yang disampaikan hanya sebatas dugaan, jadi kami tak percaya,” ujarnya.

Untuk mencari kebenaran dari informasi tersebut, pihak keluarga hanya menunggu kabar dari perusahaan tempat korban bekerja, yakni PT Istaka Karya. “Kami justru berharap anak kami selamat dalam kejadian tersebut. Namun, Tuhan berkehendak lain. Kami menerima kepergiaannya,” ujarnya.


BACA JUGA: Jenazah Efrandi Hutagaol, Staf BBPJN Korban KKB Dimakamkan di Balige


Jasad korban diantar langsung hingga kampung halaman oleh dua anggota Polda Papua atas perintah kapolda setempat. Hadir juga perwakilan perusahaan tempat Emanuel bekerja yang memberikan memberikan sebagian santunan duka kepada orang tua korban.

“Santunan itu sebagian karena sifatnya mendesak, masih Rp25 juta. Nanti ada tambahan berikutnya, sisanya masih akan diserahkan lagi, ada perhitungannya. Mengenai jumlahnya berapa, nanti kami akan koordinasi dengan keluarga,” kata perwakilan PT Istaka Karya, Misady.


Editor : Maria Christina