JK Pastikan Dana Stimulan Korban Bencana di Sulteng Cair Pekan Depan

M Ridwan Lapasere ยท Kamis, 31 Januari 2019 - 20:22 WIB
JK Pastikan Dana Stimulan Korban Bencana di Sulteng Cair Pekan Depan

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengunjungi lokasi pembangunan huntara bagi korban bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sulteng, Kamis (31/1/2019). (Foto: iNews/M Ridwan Lapasere)

PALU, iNews.id – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) memastikan pembayaran dana stimulan dan santunan bagi korban bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Kabupaten Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), akan dibayarkan pekan depan atau minggu pertama Februari 2019.

Hal ini disampaikan Wapres JK usai menggelar rapat tertutup memabhas evaluasi percepatan pemulihan dan rekonstruksi pascabencana di Kantor Gubernur Sulteng, Palu, Kamis siang (31/1/2019). Menurut JK, pencairan dana stimulan perbaikan rumah bagi korban yang rumahnya mengalami rusak berat, sedang, ringan, dan tidak direlokasi, dilakukan secara bertahap.

“Dana stimulan untuk korban bencana yang rumahnya rusak berat, sedang dan ringan, akan diberikan minggu depan untuk memperbaiki rumahnya,“ kata Wapres didampingi Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

BACA JUGA:

699 Huntara untuk Korban Gempa Sulteng Ditarget Selesai Februari 2019

Pemulihan Sulteng Butuh Rp22 Triliun, APBN Hanya Sediakan Rp5 Triliun

Wapres menjelaskan, untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan akan mendapatkan dana stimulan masing-masing sebesar Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta. Sedangkan ahli waris koban yang meninggal dunia akan mendapatkan dana santunan duka sebanyak Rp15 juta untuk setiap korban.

“Jumlah ini menjadi standar di seluruh Indonesia. Aturannya begitu,” kata JK.

Sementara itu, korban bencana yang rumahnya hilang atau di lokasi berbahaya, akan direlokasi. Pemerintah akan membangun hunian tetap (huntap) bagi mereka senilai Rp50 juta dan lahan seluas 150 meter persegi. Proses pembangunan huntap dilakukan secara bertahap dalam waktu dua tahun.

Menurut JK, para korban bencana yang direlokasi ke huntap mendapat kuasa penuh atas rumah dan lahan tersebut sehingga tidak akan mendapatkan dana stimulan lagi. Huntap akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum, air bersih, listrik, sekolah, taman, rumah ibadah, dan fasilitas lainnya. Pembangunan huntap dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan juga swasta.

Wapres mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses percepatan pemulihan dan rekonstruksi di Sulteng. Proses ini ditargetkan tuntas dua tahun ke depan.

Dalam kunjungannya yang ketiga kalinya di lokasi bencana Sulteng, Wapres JK sebelumnya menyempatkan diri untuk melihat pembangunan hunian sementara bagi para korban di Kelurahan Duyu Kota Palu Sulteng. Dia kemudian melanjutkan dengan meninjau lokasi huntap bagi korban likuifaksi.

JK turut didampingi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil dan Kepala Bada Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.


Editor : Maria Christina