Kabut Asap Karhutla Belum Teratasi, Kepala Daerah Se-Kalteng Dilarang Bepergian

Ade Sata, Antara ยท Rabu, 18 September 2019 - 20:27 WIB
Kabut Asap Karhutla Belum Teratasi, Kepala Daerah Se-Kalteng Dilarang Bepergian

Tim gabungan berusaha memadamkan karhutla di salah satu titik di Palangkaraya, Kalteng, Rabu (18/9/2019). (Foto: iNews/Ade Sata)

PALANGKARAYA, iNews.id – Para kepala daerah se-Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dilarang bepergian dan melakukan perjalanan ke luar daerah masing-masing. Hal itu tertuang dalam surat imbauan Pemerintah Provinsi (Pempro) Kalteng terkait pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan, lahan (karhutla), dan pekarangan.

Selain bupati maupun wali kota se-Kalteng, para kepala perangkat daerah di lingkup Pemprov Kalteng juga diminta tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Saat ini yang terpenting fokus dalam mengupayakan pencegahan serta penanggulangan karhutla.

“Kami menerbitkan surat imbauan itu yang ditujukan bagi bupati, wali kota serta kepala perangkat daerah lingkup pemprov. Surat itu juga ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri RI, Ketua DPRD provinsi serta kabupaten dan kota,” kata Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri di Palangkaraya, Rabu (18/9/2019).

BACA JUGA:

BMKG Pantau 1.313 Titik Panas, Paling Banyak Jambi, Sumsel dan Riau

Viral Sepatu Jokowi usai Kunjungi Kebakaran Hutan di Riau, Ini Penampakannya

Fahrizal mengatakan, jika perjalanan dinas ke luar daerah sifatnya mendesak, setiap pejabat yang dimaksud diminta untuk terlebih dulu meminta persetujuan kepada Gubernur Kalteng. Pemprov Kalteng menerbitkan surat itu setelah memperhatikan keadaan dan kondisi cuaca yang semakin memburuk. “Saat ini, diperlukan perhatian dan tindakan nyata dari semua pihak,” ujarnya.

Dalam surat imbauan itu disebutkan bupati dan wali kota di Kalteng bertindak sebagai penanggung jawab utama penanggulangan bencana yang terjadi di wilayahnya. Pemprov juga memastikan agar tidak ada lagi kebakaran maupun karhutla di wilayahnya masing-masing.

Selain itu, para kepala daerah diminta untuk mengeluarkan surat imbauan dan selebaran kepada para pengendara roda dua dan empat. Isinya mengingatkan agar para pengendara tidak merokok selama perjalanan saat musim kemarau. Terlebih membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran.

“Ini sengaja kami tekankan karena Pemprov Kalteng secara serius berupaya mencegah serta menanggulangi karhutla di Kalteng,” ujarnya.

Sementara iutu, karhutla masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Palangkaraya, hingga Rabu (18/9/2019) malam. Akibatnya, kabut asap tebal masih menyelimuti kota ini. Warga yang beraktivitas di luar harus menggunakan masker karena kualitas udara di level berbahaya.

Salah satu titik karhutla di kawasan Jalan Giobos, Kelurahan Menteng, Palangkaraya. Kobaran api menjalar dan mendekati permukiman yang jaraknya hanya mencapai 20 meter.

“Untuk memadamkan dua titik api di wilayah tersebut, kami memanfaatkan sumur bor milik warga dan sebagian lagi menggunakan dahan ranting pohon,” kata personel Pemadam Kebakaran Dinas Kehutanan Pemprov Kalteng Yopi.


Editor : Maria Christina