Kabut Asap Makin Pekat, Aktivitas Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Lumpuh Total

Ade Sata, Antara ยท Minggu, 15 September 2019 - 16:52 WIB
Kabut Asap Makin Pekat, Aktivitas Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Lumpuh Total

Kabut asap yang semakin pekat masih menyelimuti Bandara Tjilik Riwut Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah hingga mengakibatkan aktivitas penerbangan lumpuh total. (Foto: iNews.id/Ade Sata)

PALANGKARAYA, iNews.id  - Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah lumpuh akibat kabut asap yang semakin pekat masih menyelimuti wilayah Ibu Kota provinsi itu.

Eksekutif General Manager (EMG) PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Siswanto mengatakan, karena pekatnya kabut asap yang melanda wilayah Palangkaraya hingga kini belum ada aktivitas penerbangan yang dilakukan maskapai.

“Jarak pandang saat ini kurang dari 600 meter sehingga tidak memungkinkan pesawat untuk turun," ujar Siswanto, Minggu (15/9/2019).

Karena jarak pandang yang terbatas, kata di, maskapai Garuda Indonesia sudah memastikan tidak akan terbang atau batal terbang menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Dampaknya sejumlah rute transportasi jalur udara seperti ke Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Solo tidak ada aktivitas penerbangan.

“Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut hanya ada dua Lion yang terbang dengan tujuan Surabaya dan Jakarta dengan waktu keberangkatan pagi tadi,” kata Siswanto.

BACA JUGA:

Kabut Asap Makin Pekat di Palangkaraya, Siswa Tetap Sekolah meski Sesak Napas

Kabut Asap Tipis Masih Selimuti Pekanbaru Riau, Kualitas Udara Tidak Sehat

Saat ini, pihak Angkasa Pura masih menunggu sampai sekitar pukul 17.00 WIB untuk konfirmasi dua penerbangan Lion Air dari Jakarta dan Surabaya.

Jika kondisi jarak pandang membaik dan dinyatakan aman,a dua pesawat tersebut akan terbang ke Bandara Tjilik Riwut. Sebaliknya, jika jarak pandang sama atau bahkan lebih parah maka kedua pesawat dimungkinkan tak akan terbang ke Palangka Raya.

“Namun untuk operasional di Bandara Tjilik Riwut, kecuali penerbangan tetap seperti biasanya. Bahkan untuk siang hari kami harus menyalakan penerangan karena tebalnya kabut asap,” katanya.

Akibat pekatnya kabut asap seluruh jadwal penerbangan dari dan ke Palangkaraya delay, bahkan sebagian pesawat memilih mendarat ke Bandara Balikpapan, Kalimantan Timur.

Para penumpang yang sudah terlanjut membeli tiket harus sabar menunggu namun sebagian lagi mengalihkan keberangkatan melalui Bandara Samsudinnor Banjar Masin, Kalimantan Selatan.

“Sekarang, kita mau ke Banjarmasin dan cari flight (penerbangan) ke sana (Banjarmasin),” kata Tata, penumpang dari Jakarta.

Berdasarkan pantauan, kebakaran di lahan kosong masih marak terjadi di Palangka Raya. Bahkan di beberapa titik, kebakaran lahan mulai mendekati permukiman warga.

Tak hanya itu, dampak kebakaran hutan dan lahan mulai dirasakan masyarakat seperti bau kabut asap menyengat yang membuat nafas sesak dan mata pedih.

Pemerintah Kota Palangkaraya pun menetapkan sekolah tingkat SD dan SMP libur selama tiga hari terhitung mulai 16-18 September 2019.


Editor : Kastolani Marzuki