Kabut Asap Masih Selimuti Siak Provinsi Riau Meskipun Diguyur Hujan

Indra Yosserizal, Antara ยท Sabtu, 14 September 2019 - 08:25 WIB
Kabut Asap Masih Selimuti Siak Provinsi Riau Meskipun Diguyur Hujan

Sejumlah kapal terparkir di pelabuhan rakyat sungai Siak ketika kabut asap pekat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (13/9/2019). (Foto: Antara)

SIAK, iNews.id – Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terlihat di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, meskipun hujan dengan intensitas ringan atau gerimis hingga sedang mengguyur daerah itu sejak dini hari hingga menjelang subuh, Sabtu (14/9/2019). Hujan yang turun ini merupakan yang pertama kalinya sejak akhir Agustus lalu.

Sementara dalam dua pekan ini kondisi kabut asap di Siak menyebabkan udara tidak sehat hingga berbahaya. “Alhamdulillah, rintik hujan sudah membasahi,” kata seorang warga Siak, Said Dharma.

Berdasarkan pantauan, hujan yang turun tersebut masih membasahi Bumi Siak dan tergenang di beberapa tempat. Meski demikian, udara terlihat masih tercemar kabut asap pada Sabtu pagi ini.


BACA JUGA: Gara-gara Kabut Asap Makin Pekat di Pekanbaru, Jembatan Siak IV Seperti Hilang


Bupati Siak Alfedri mengatakan, asap yang menyelimuti wilayahnya kiriman dari kabupaten maupun provinsi lain. Sebab, dalam dua pekan ini, titik api tidak banyak di Siak.

Di Riau, titik api beberapa hari belakangan ini kebanyakan terlihat di Kabupaten Indragiri Hilir, Pelalawan dan Indragiri Hulu. Selain itu di provinsi lain juga marak terjadi karhutla seperti di Jambi dan Sumatera Selatan.

“Asap ini kiriman dari kabupaten lain maupun provinsi tetangga, karena menurut BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), angin berembus dari selatan ke utara,” ujar Alfedri.

Pemerintah Kabupaten Siak sebelumnya sudah melaksanakan salat istisqa untuk meminta hujan, Rabu lalu (11/9/2019). Kegiatan itu diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara dan pegawai honorer serta masyarakat Siak di Lapangan Tugu Depan Istana Siak.

Pemkab Siak sangat berharap hujan turun dan kabut asap hilang karena kondisi itu sangat mengganggu kesehatan. Selain itu, daerah ini juga akan menggelar event balap sepeda Tour de Siak pada 18-22 September mendatang.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, Jumat sore (13/9/2019), jarak pandang di Pekanbaru membaik menjadi 1,2 kilometer (km) dan udara masih berasap. Daerah lain yang masih diselimuti kabut asap antara lain Kota Rengat dengan jarak pandang 400 meter, Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan dengan jarak pandang masing-masing 500 meter dan 800 meter.

Sementara jumlah titik panas (hotspot) sebanyak 66 titik dan yang paling banyak di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak 38 titik. Di Kabupaten Pelalawan 9 titik, Kampar 5 titik, Bengkalis, Kuansing dan Indragiri Hulu (Inhu), masing-masing 3 titik. Lalu, di Kepulauan Meranti dan Rohil masing-masing 2 titik dan di Siak satu titik panas.

Data BMKG menyebutkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 40 titik dipastikan titik api. Lokasi paling banyak di Inhil sebanyak 23 titik dan Pelalawan ada tujuh titik.


Editor : Maria Christina