Kabut Asap Pekat Selimuti Kalbar, BMKG: Ada 1.431 Titik Panas di 13 Kabupaten

Barlian Pasore, Antara ยท Jumat, 20 September 2019 - 18:46 WIB
Kabut Asap Pekat Selimuti Kalbar, BMKG: Ada 1.431 Titik Panas di 13 Kabupaten

Kejuaraan Dragon Boat 2019 atau perahu naga tetap digelar di tengah kepungan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). (Foto: iNews.id/Barlian Pasore)

PONTIANAK, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, sebanyak 1.431 hotspot atau titik panas menyebar hampir merata di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat (Kalbar).

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak Erika, Mardiyanti mengatakan, terjadi peningkatan jumlah titik panas di Kalbar yang dipantau melalui hasil pengolahan data citra satelit Lapan mulai 19 September 2019 pukul 07.00 WIB hingga 20 September 2019 pukul 07.00 WIB, yakni sebanyak 1.431 titik panas

Dia menyebutkan, jumlah titik panas terbanyak di Kabupaten Ketapang sebanyak 1.061 titik panas; disusul Kayong Utara (128 titik); Melawi (54 titik); Kubu Raya (54 titik); Sintang (36 titik); Kapuas Hulu (25 titik); Landak (17 titik); Sambas (16 titik); Sekadau (11 titik); Sanggau (8); Mempawah (6); Bengakayang (4); Kota Singkawang (1).

"Untuk Kota Pontianak ini pengecualian karena tidak ditemukan titik panas," katanya, Jumat (20/9/2019).

BACA JUGA: Kalbar Dikepung Asap Karhutla, BMKG: Ada 1.124 Titik Panas di 14 Kabupaten Kota

Dari pantauan BMKG Supadio Pontianak, ISPU (indeks standar pencemaran udara) di Kota Pontianak dan sekitarnya masuk kategori berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sejumlah warga Kota Pontianak, Provinsi Kalbar mulai banyak yang mengeluhkan sesak napas dan sakit kepala akibat kabut asap yang semakin tebal dampak dari Karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

"Saya tadi pagi saat berangkat kerja dari Kecamatan Pontianak Utara menuju Kota Pontianak yang jaraknya sekitar 10 kilometer, sempat mengalami sesak napas dan kepala terasa pusing karena sepanjang perjalanan melalui kabut asap yang sangat tebal," kata Masdar, pegawai swasta.

Dia menjelaskan, udara dampak kabut asap yang sangat tebal terasa pengap dan panas, sehingga dirinya kesulitan untuk bernapas. "Saya perokok aktif, tetapi kalau udara sudah berkabut asap begini, saya mengalami sesak napas," ungkapnya.

BACA JUGA: Kunjungan Jokowi ke Kalbar Disambut Kabut Asap, BMKG Deteksi 935 Titik Panas

Hal senda juga diakui Bandi, warga Pontianak. "Meskipun sudah menggunakan masker  udara terasa pengap sehingga susah untuk bernapas," ujarnya.

Dia berharap, hujan segera turun, sehingga kabut asap yang melanda Kota Pontianak sejak dua minggu terakhir segera bisa berakhir, sehingga udara kembali normal dan masyarakat bisa melakukan aktivitas dengan normal.


Editor : Kastolani Marzuki