Kaget saat Gempa M 7,1 Guncang Sulut-Malut, Ibu Muda di Minahasa Tenggara Tewas

Antara ยท Jumat, 15 November 2019 - 12:45 WIB
Kaget saat Gempa M 7,1 Guncang Sulut-Malut, Ibu Muda di Minahasa Tenggara Tewas

Ilustrasi korban tewas saat gempa. (Foto: Okezone)

MANADO, iNews.id – Seorang ibu muda Sintia Lasik tewas saat gempa bumi magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara, Jumat (15/11/2019) dini hari. Korban yang merupakan warga Desa Ranoketang Atas, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut, diduga kaget hingga mengalami gagal fungsi jantung.

"Kami mengonfirmasikan, berdasarkan laporan dokter jaga, ada satu orang warga meninggal pascagempa tadi malam," ujar Kepala Puskesmas Tombatu John Munaiseche di Minahasa Tenggara, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, korban sempat mendapat perawatan intensif di Puskesmas Tombatu, namun nyawanya tak tertolong. Dugaan awal korban meninggal karena kaget dan syok setelah terjadinya gempa.

BACA JUGA: Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulut dan Maluku Utara, Warga Takut dan Berhamburan Keluar Rumah

"Jadi korban ini berdasarkan informasi mempunyai riwayat penyakit jantung. Ketika terjadi gempa, korban ‘syok’ dan langsung dilarikan ke Puskesmas Tombatu untuk mendapatkan perawatan," katanya.

Petugas di Puskesmas Tombatu telah melakukan tindakan medis, namun nyawa Sintia tidak bisa terselamatkan.

"Kami sudah melakukan upaya medis semaksimal mungkin sesuai dengan prosedur. Tapi nyawa korban tak bisa diselamatkan," tuturnya.

Sementara itu dampak lainnya dari gempa di Minahasa Tenggara, sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Sekretaris BPBD Minahasa Tenggara Jolly Tumiwa mengatakan sampai saat ini masih dilakukan proses pendataan.

"Kami masih data dampak kerusakan akibat. Nanti segera kami sampaikan," ujarnya.


Editor : Donald Karouw