Kakek 60 Tahun Ini Nikahi Gadis Berusia 20 Tahun

Okezone ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 15:55 WIB
Kakek 60 Tahun Ini Nikahi Gadis Berusia 20 Tahun

Proses akad nikah Edi, kakek berusia 60 tahun yang mempersunting Annisa (20). (Foto: Okezone).

PADANG JAYA, iNews.id - Seorang kakek berusia 60 tahun, Edi Sutrisno, menikahi gadis berusia 20 tahun, Annisa. Keduanya melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu pada Senin (3/12/2018) kemarin.

Selain jarak usia yang terpaut 40 tahun, Edi juga hanya memberikan mas kawin kepada Annisa sebesar Rp200.000. Pernikahan ini pun mendapat restu dari orang tua mempelai wanita. Tarso, ayah Annisa menjadi wali nikah keduanya.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padang Jaya, Sigit Susanto, pun membenarkan hal tersebut. Saat akad nikah berlangsug, kata dia, pihak keluarga dari kedua mempelai turut hadir, termasuk kedua orangtua dari mempelai perempuan.

BACA JUGA: Belum Terdaftar di KUA, Puluhan Lansia di Grobogan Ikuti Istbat Nikah

''Wali nikah perempuan, ayah kandungnya. Mas kawin Rp200 ribu,'' kata Sigit seperti dilansir Okezone, Kamis (6/12/2018).

Sigit pun sempat menanyakan kepada para mempelai, apakah keduanya saling mencintai dan tidak ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Mereka kemudian mengiyakan pertanyaan tersebut, dan siap menjalani bahtera rumah tangga.

Sigit menambahkan, jika gadis belia tersebut sedikit memiliki kekurangan mental. Selain itu, lanjut Sigit, sebelum melangsungkan ke jenjang pernikahan. Keduanya sudah punya hubungan khusus. Namun dirinya tak tahu pasti sudah berapa lama keduanya menjalin asmara.

BACA JUGA: Miris, Angka Pernikahan Anak di Sulsel Mencapai 100 Kasus per Bulan

''Mempelai pria bekerja sebagai buruh lepas. Mempelai perempuan tidak bekerja. Mereka menikah suka karena suka, tidak ada unsur paksa dari pihak mana pun,'' ujar dia.

Dari informasi yang dihimpun, mempelai pria sempat menduda selama 7 tahun. Istrinya dulu sudah meninggal dunia pada 2011. Mereka menikah pada Desember 1958, dan tidak dikaruniai anak.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal