Kakek 70 Tahun Pingsan Tertimpa Tembok saat Gempa 5,7 SR di Lombok

M. Awaluddin ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 18:35 WIB
Kakek 70 Tahun Pingsan Tertimpa Tembok saat Gempa 5,7 SR di Lombok

Wahyu menunjukkan rumah yang ambruk akibat diguncang gempa 5,7 SR di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, NTB. (Foto: iNews.id/Awaluddin)

LOMBOK BARAT, iNews.id - Gempa berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) yang kembali mengguncang Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (6/12/2018), menyebabkan tiga orang luka-luka.

Ketiga korban luka yakni, Sirah (70), Apni dan Umrah, semuanya warga Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lomnbok Barat. Dari ketiga orang itu, luka paling berat dialami Sirah. Korban sempat pingsan atau tak sadarkan diri setelah kepalanya tertimpa balok kayu dan tembok bangunan rumahnya yang ambruk saat sedang dibangun. Sedangkan Apni dan Umrah hanya mengalami luka ringan akibat terjatuh saat menyelamatkan diri dari guncangan gempa.

Informasi di lokasi kejadian, saat itu, korban bersama anaknya sedang membangun rumah mereka yang ambruk pascagempa besar Agustus lalu. Namun saat hendak memasang atap, gempa tiba-tiba menguncang hingga kepala korban tertimpa balok kayu dan tidak sadarkan diri. “Pas kejadian saya tidak tahu apa-apa. Saya baru sadar setelah di rumah sakit,” ucapnya.

Selain di kepala, Sirah juga mengalami luka di bibir hingga harus menjalani beberapa jahitan, serta dada memar akibat tertimpa tembok rumah.

Wahyu, anak korban menuturkan, guncangan gempa dirasakan sangat keras dan cukup lama, sehingga ayahnya tidak sempat meyelamatkan diri. “Bapak waktu itu mau masang siku kayu. Posisinya di atas tiba-tiba gempa datang keras sekali dan guncangannya cukup lama,” katanya.

BACA JUGA:

BPBD Mataram Pantau Dampak Gempa 5,7 SR di Berbagai Wilayah

Gempa 5,7 SR Guncang Mataram NTB, Tak Berpotensi Tsunami


Sebelumnya, gempa bumi tektonik 5,7 skala richter (SR) yang berpusat di Kota Mataram, NTB, terasa hingga di sebagian besar wilayah Pulau Lombok dan Bali. Getaran dirasa sangat kuat (skala IV-V MMI) namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.


Editor : Kastolani Marzuki