Kampanye di Lebak, Kiai Ma'ruf Amin Ajak Santri Jadi Pengusaha Startup

Aditya Pratama ยท Senin, 25 Maret 2019 - 22:50 WIB
Kampanye di Lebak, Kiai Ma'ruf Amin Ajak Santri Jadi Pengusaha Startup

Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin saat kampanye terbuka di Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: istimewa)

BANTEN, iNews.id - Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin memulai kampanye terbukanya di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (25/3/2019) malam. Dalam kampanyenya, Kiai Ma'ruf memperkenalkan Hologram Kampanye Jokowi-Amin.

Mustasyar PBNU itu juga mengingatkan masyarakat Lebak, tentang pentingnya pendidikan pesantren yang dikomparasikan dengan peningkatan skill di bidang teknologi.

Masyarakat Banten, yang rata-rata berkultur santri, menurut Kiai Ma'ruf punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. “Santri jangan putus asa. Santri zaman now punya tantangan kompleks. Jadi harus mempersiapkan diri,” ujar Kiai Ma'ruf.

Santri zaman now, kata Kiai Ma'ruf, harus mulai mengerti teknologi IT agar bisa memanfaatkan “tol langit” infrastruktur teknologi yang dibuat pemerintah untuk kemaslahatan diri, kemaslahatan umat dan bangsa ini.

BACA JUGA:

Cegah Perpecahan, Kiai Ma'ruf Tak Henti Semaikan Benih Cinta Tanah Air

Kembali Unggul di Survei, Ma'ruf Amin Pastikan Tetap Gaspol

Kiai Ma'ruf mencontohkan sejumlah startup buatan anak negeri yang kini berhasil menjadi perusahaan skala Unicorn. Ke depan, santri juga bisa jadi pengusaha, jadi founder startup, jadi influencer sambil berdakwah. Sebab santri zaman baheula pun, banyak yang jadi pedagang besar, jadi pengusaha, politisi kepala daerah dan lain-lain.

“Saya ini santri. Sekarang Pak Jokowi ngangkat santri jadi calon wakil presiden. Kalau sekarang ini saya terpilih jadi wakil presiden, ke depan mudah-mudahan ada santri jadi presiden. Sebab sekarang juga banyak santri menjadi kepala daerah," ujarnya sambil mengabsen sejumlah nama kepala daerah berlatar belakang pesantren.

Terkait pengembangan potensi santri ini, Direktur Master C 19, Doddy Dwi Nugroho mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan dan melaksanakan berbagai pelatihan untuk santri, yang muaranya adalah peningkatan lifeskill santri.

“Kita punya Santri Milenial Centre yang sudah merilis berbagai pelatihan. Dari pelatihan Barista, pelatihan IT, sampai pelatihan barbershop. Tak hanya pelatihan, yang punya potensi bagus dan bisa membaca pasar dengan baik, ada juga yang sudah dibantu permodalan awal. Kini sudah berkembang di beberapa daerah," paparnya.


Editor : Kastolani Marzuki