Kampanye Pertama, KMA Keliling dan Sapa Santri Tanara di Serang Banten

Kastolani ยท Minggu, 24 Maret 2019 - 15:10 WIB
Kampanye Pertama, KMA Keliling dan Sapa Santri Tanara di Serang Banten

Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin (KMA) memilih berada di Pesantren Annawawi Tanara, Serang, Banten, di hari pertama kampanye terbuka jelang Pilpres 2019. (Foto: Istimewa)

SERANG, iNews.id – Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (KMA) memilih berada di Pesantren Annawawi Tanara, Serang, Banten, pada hari pertama kampanye terbuka Pilpres 2019, Minggu (24/3/2019) pagi. Di Tanara, KMA menggelar doa bersama warga Banten sekaligus memperingati Haul Nyai Hj Maimuna Binti KH Moh Romli (alm) yang juga ibundanya.

Kiai Ma’ruf sudah tiba di Pesantren Tanara sejak Sabtu (23/3/2019) malam. Keesokan harinya, Ketua Umum MUI itu menyempatkan diri berkeliling pesantren dan menyapa para santri.

Cawapres nomor urut 02 itu melongok ke beberapa ruangan yang difungsikan sebagai tempat aktivitas kegiatan para santri. Di antaranya, ruangan Sentra Inkubasi Bisnis Pesantren Tanara (Sibenata), yang mengembangkan agribisnis dan penerapan teknologi pertanian di pesantren.

Selain itu, KMA juga mengunjungi deratan stand. Misalnya, stand Kedaulatan Santri (Kesan), Kopi Abah, serta Master C19 Portal KMA yang selama ini turut menyosialisasikan kegiatan KMA.

BACA JUGA: Hadiri Harlah NU di Banten, Ma'ruf Amin Minta Doa Menangkan Pilpres

“Di belakang pesantren, kami mengembangkan lahan pertanian juga teknologi inovasi pengolahan sampah. Itu sebagai bagian dari praktik bagi santri untuk lebih mencintai dan menjaga lingkungan hidup,” ujar Kiai Ma’ruf, Minggu (24/3/2019).

Inovasi teknogi pengelolaan sampah, penataan lingkungan hidup, teknologi pengolahan air minum dan sanitasi terpadu, serta sentra Inkubasi bisnis pesantren itu, juga telah diterapkan di sejumlah pesantren di Indonesia.

"Penataan lingkungan hidup ini sudah diterapkan sejak lama di Pesantren Annawawi Tanara. Kemudian, ketika Abah (Kiai Ma'ruf) menjadi Rais Aam PBNU dan Ketua Umum MUI, direplikasi ke sejumlah pesantren lain. Mudah-mudahan, ketika Abah terpilih jadi Wapres, bisa diterapkan lebih luas ke pesantren lainnya di berbagai daerah,” ujar putra KMA Gus Syauqi Ma’ruf Amin.

Penerapan teknologi terpadu di pesantren itu sering disampaikan Kiai Ma’ruf agar bisa direplikasi ke berbagai pesantren lain. Tujuannya agar pesantren bisa mandiri dan membawa dampak positif yang lebih maksimal untuk santri dan masyarakat lainnya.

Lebih lanjut diungkapkan Gus Syauqi, komitmen Kiai Ma’ruf memajukan pesantren bukan hanya janji. Karena sudah terbukti penerapannya di berbagai pesantren, sejak Kiai Ma’ruf belum dicalonkan menjadi cawapres.

"Sejak dulu Abah punya komitmen kuat untuk pengembangan pesantren dan penguatan ekonomi umat,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw