Kapolda Kalbar dan Pangdam Tanjungpura Besuk Personel TNI-Polri Korban Kericuhan

Uun Yuniar, Antara ยท Jumat, 24 Mei 2019 - 08:39 WIB
Kapolda Kalbar dan Pangdam Tanjungpura Besuk Personel TNI-Polri Korban Kericuhan

Para pelaku kerusuhan di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, yang diamankan Polda Kalbar. Sebagian di antaranya dipulangkan dan sebagian lagi masih diamankan, Kamis (23/5/2019). (Foto: iNews/Gusty Eddy)

PONTIANAK, iNews.id – Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Polisi Didi Haryono dan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Herman Asaribab membesuk sejumlah personel yang menjadi korban saat membubarkan aksi unjuk rasa yang ricuh di Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (22/5/2019). Dalam insiden itu, tiga polisi tertembak dan satu terluka, serta seorang anggota TNI terluka.

“Kami keluarga besar Polda Kalbar dan Kodam XII tanjungpura berharap kepada anggota untuk tetap semangat, dan keluarganya juga tetap bersabar mendampingi,” kata Didi Haryono di Pontianak, Jumat (24/5/2019).

Kapolda juga mengungkapkan kepada anggota dan pihak keluarga agar tidak perlu pusing memikirkan biaya perawatan. Sebab, seluruh pengobatan ditanggung oleh dinas, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatana, dan dibantu oleh Pemprov Kalbar.


BACA JUGA: Aksi Rusuh di Pontianak, Polisi: Tidak Semua Dibebaskan


Didi mengatakan, tiga anggota kepolisian yang tertembak saat membubarkan massa antara lain, Bripda Aldiono, Ipda Agus S, dan Brigadir Sarifin Ahyar. Aldiono yang berasal dari Satuan Sabhara Polda Kalbar mengalami luka tembak di tungkai bawah kanan.

“Agus yang juga berasal dari satuan yang sama terluka di kaki kanan. Sementara Sarifin adalah anggota Satuan Restik Polres Mempawah yang tertembak di paha kiri,” katanya.

Peristiwa itu terjadi saat ketiganya sedang mengurai massa di Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (22/5/2019). Luka tembak yang diderita tiga polisi itu berasal dari arah massa yang diduga menggunakan senjata api rakitan.

“Ketiganya lalu dievakuasi ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Kalbar untuk mendapatkan pertolongan medis,” katanya.


BACA JUGA: Kerusuhan 22 Mei di Pontianak, Polisi Tangkap 38 Provokator


Selain itu, ada dua aparat masing-masing dari TNI dan Polri, yang terluka akibat lemparan batu. Korban, yakni Kapten Arm Tri S yang terkena lemparan batu sehingga mengakibatkan robek pada pelipis. Korban dievakuasi ke RST Kartika Husada.

“Sedangkan dari Polri, korban merupakan sopir Karoops Polda Kalbar. Korban terluka di paha kanan akibat terkena lemparan batu dan langsung dibawa ke Dokkes Polda,” katanya.

Aksi unjuk rasa berakhir setelah negosiasi berlangsung alot selama 3 jam, mulai dari pukul 23.00 WIB hingga Kamis (23/5/2019) pukul 02.00 WIB. Negosiasi dikedepankan guna mencegah hal-hal tindak anarkis dan hal-hal yang merugikan lainnya.

Pada hari Kamis pukul 03.30 WIB, Jembatan Kapuas I sudah dapat dibuka untuk umum. Beberapa petugas Polri/TNI tetap berjaga-jaga di beberapa simpang titik rawan di Pontianak Timur.

“Situasi Kamis pagi sudah relatif aman dan kondusif. Masyarakat sudah bisa beraktivitas kembali melalui jalur Jembatan Kapuas I tersebut,” katanya.

Polisi sebelumnya sudah menangkap sebanyak 203 pengunjuk rasa yang diketahui terlibat dalam kericuhan 22 Mei di Pontianak Timur tersebut. Namun, 102 di antaranya sudah dibebaskan dan 98 lainnya masih proses assesment oleh tim terpadu untuk direhabilitasi.


Editor : Maria Christina