Kasus Narkoba, Oknum Polisi dan Guru Honorer di Muara Teweh Ditangkap

Antara ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 11:54 WIB
Kasus Narkoba, Oknum Polisi dan Guru Honorer di Muara Teweh Ditangkap

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

MUARA TEWEH, iNews.id – Polres Barito Utara menangkap oknum polisi Bripka MY dan seorang guru honorer berinisial AR atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Muara Teweh, Kalimantan Tengah (kalteng). Keduanya diamankan beserta barang bukti sabu dan ditengarai sebagai pengedar barang terlarang tersebut.

"Kedua tersangka dan barang bukti di antaranya satu paket sabu 0,50 gram sudah kami amankan," kata Kasat Narkoba Polres Barito Utara AKP Tugiyo di Kota Muara Teweh, Jumat (7/12/2018).

Dia mengatakan, tersangka AR yang merupakan oknum guru honorer di SMAN 2 Muara Teweh, diciduk dalam rumahnya di Jalan Perwira RT 08 Muara Teweh, Kalimatan Tengah (Kalteng), Kamis (6/12/2018) pukul 15.00 WIB.

Pelaku AR sudah menjadi target operasi polisi dan dalam penggeledahan ditemukan satu paket sabu beserta 26 buah plastik klip kecil kosong, tujuh klip bekas sabu, dan alat hisap sabu. Petugas juga mengamankan timbangan digital, kompor pembakar sabu, botol berisi alkohol, rokok, ponsel, tiga buah pipet kaca, dan dua sendok takar sabu serta uang tunai Rp1.350.000.

BACA JUGA: Kasus Narkoba, Anak Sulung Ketua DPRD Klungkung Bali Ditangkap Polisi

Hasil pemeriksaan, petugas menemukan pesan chat melalui WhatsApp (WA) data transaksi AR yang mentransfer sejumlah uang diduga untuk pembelian sabu kepada nomor kontak Sup Darmg 08705199649. Setelah dikonfirmasi, nomor kontak itu milik Bripka MY oknum anggota Polri.

Selanjutnya, petugas Satresnakorba dan Sipropam Polres Barito Utara melakukan penangkapan terhadap pelaku dalam rumah kontrakannya di Jalan Akasia RT 06 Muara Teweh.

"Mereka berdua melakukan kerja sama. Sabu itu diedarkan pelaku AR dan di-suplai pelaku Bripka MY," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku AR dan Bripka MY dijerat Pasal 114 Ayat (1) jo 112 Ayat (1) jo 132 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun kurungan penjara.

"Keduanya kami  tahan, nggak ada alasan untuk membebaskan mereka," ucap Tugiyo.


Editor : Donald Karouw