Kasus Pungli Jenazah Korban Tsunami, Polisi Geledah RSDP Serang

Okezone, Rasyid Ridho ยท Rabu, 09 Januari 2019 - 17:29 WIB
Kasus Pungli Jenazah Korban Tsunami, Polisi Geledah RSDP Serang

Ilustrasi korban tsunami Banten. (Foto: Antara)

SERANG, iNews.id - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten menggeledah sejumlah ruangan di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang, Rabu (9/1/2019) sore. Penggeledahan dilakukan guna mencari bukti baru kasus pungutan liar (pungli) pengurusan jenazah korban bencana tsunami di Banten.

Pantauan di lapangan, enam petugas masuk ke rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Serang itu pukul 15.20 WIB. Petugas langsung menuju ruang kerja Plt Direktur RSDP Serang, dr Sri Nurhayati. Namun, yang bersangkutan sedang tidak ada di ruangannya.

"Ibu direktur sedang berada di luar, ini sedang dilakukan gelar (penggeledahan) di lapangan," ujar salah satu pegawai RSDP Serang kepada wartawan, Rabu (9/1/2018).

Petugas pun diterima Wadir Pelayanan RSDP, dr Rahmat untuk mendampingi melakukan penggeledahan mencari dokumen-dokumen terkait di ruang instalasi forensik. Awak media dilarang untuk masuk ke dalam area rumah sakit oleh petugas keamanan.

BACA JUGA:

Polda Banten Tahan 3 Tersangka Pungli Korban Tsunami Selat Sunda

Dugaan Pungli Korban Tsunami, Ini Penjelasan Manajemen Rumah Sakit


"Mohon maaf mas, untuk wartawan tidak boleh masuk. Sudah perintah pimpinan langsung," kata salah satu petugas keamanan, Arfan di pintu masuk.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Menurutnya, penggeledahan dilakukan untuk mendalami kasus pungli yang terjadi di lingkungan RSDP beberapa waktu lalu. "Iya hari ini dilakukan penggeledahan," kata Abdul.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Ketiga tersangka yakni pegawai RSDP Serang berinisial F, dan dua pegawai perusahaan penyedia jasa ambulans jenazah berinisal I dan B. Ketiganya ditahan setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti berupa kwitansi dan uang Rp15 juta.

Terkait mengenai kemungkinan bertambahnya tersangka, Dadang mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami dengan memintai keterangan dari tersangka dan saksi lainnya.


Editor : Himas Puspito Putra