Kasus Tilang Berujung Maut di Lombok Timur, Warga Tewas usai Menyerang Polisi

Ramli Nurawang ยท Senin, 09 September 2019 - 14:38 WIB
Kasus Tilang Berujung Maut di Lombok Timur, Warga Tewas usai Menyerang Polisi

Suasana di rumah keluarga Zainal Abidin, yang tewas usai menyerang oknum Polres Lombok Timur dan terlibat perkelahian, Senin (9/9/2019). (Foto: iNews/Ramli Nurawang)

LOMBOK TIMUR, iNews.id – Kasus tilang berujung maut terjadi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang warga bernama Zainal Abidin (29), yang sebelumnya melanggar lalu lintas, tewas setelah menyerang oknum Polres Lombok Timur dan terlibat perkelahian, saat akan mengambil sepeda motornya yang ditahan.

Saat ini, keluarga menyerahkan kasus itu sepenuhnya ke penegak hukum. Sementara polisi masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi.

Informasi diperoleh, kasus ini terjadi pada Kamis (5/9/2019) lalu. Zainal, warga asal Dusun Tunjang, Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, terjaring Razia Operasi Patuh sekitar pukul 16.00 Wita.


BACA JUGA: Penyerangan Polisi di Pati, Pelaku Teror Cari Anggota Berpakaian Dinas


Kemudian pada malam harinya sekitar pukul 20.30 Wita, Zainal mendatangi Kantor Satlantas Polres Lombok Timur untuk mengambil sepeda motornya yang ditahan setelah ditilang.

Dari keterangan polisi, pelaku Zainal datang sambil membentak petugas dengan suara keras. Zainal tiba-tiba menyerang dengan cara memukul dan menggigit jari tangan salah satu polisi.

Polisi yang diserang berusaha membela diri. Adu pukul dan perkelahian antara Zainal da polisi akhirnya tak terhindarkan hingga keduanya roboh. Sementara polisi lainnya yang tiba di lokasi langsung melerai dan membawa pelaku ke Satreskrim Mapolres Lombok Timur. Polisi yang diserang Zainal dibawa ke RSUD Dokter Raden Soejdono Selong.

Sementara Zainal yang menjalani pemeriksaan tiba-tiba terjatuh. Petugas lalu membawanya ke RSUD dr R Soedjono. Namun, Zainal akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari (7/9/2019) di RSUD Dokter Raden Soejdono Selong.

Pascakejadian ini, polisi masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi. “Kami masih memeriksa sejumlah saksi,” kata Kapolres Lombok Timur AKBP Ida Bagus Made Winarta, Senin (9/9/2019).

Sementara orang tua Zainal, Sahabudin dan ibunya Rahmah mengaku sudah ikhlas dengan kepergian anaknya. Keluarga juga menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke penegak hukum. Mereka berharap oknum petugas yang diduga terlibat melakukan kekerasan terhadap Zainal hingga akhirnya tewas, ditindak sesuai aturan.

“Ada tiga poin yang kami inginkan selaku keluarga, yang pertama tindakan hukum terhadap anggota polisi yang indisipliner. Kedua, tanggung jawab moral terhadap kami keluarga yang berduka. Harapan terakhir, status hukum atas oknum polisi itu,” kata Samiun, mewakili keluarga Zainal.

Informasi dari keluarga, Zainal mengalami gangguan jiwa setelah pulang merantau dari Malaysia beberapa tahun lalu. Zainal pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Mataram.


Editor : Maria Christina