Kawanan Gajah Liar Masuk ke Perkampungan Warga di Kampar dan Indragiri Hulu Riau

Yusuf Marpaung ยท Minggu, 13 Oktober 2019 - 04:05 WIB
Kawanan Gajah Liar Masuk ke Perkampungan Warga di Kampar dan Indragiri Hulu Riau

Tim dari BKSDA, YTNTN, polisi dan warga berhasil menggiring kawanan gajah liar masuk kembali ke Hutan Tello, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Sabtu (12/10/2019). (Foto: iNews/Muhammad Yusuf Marpaung)

PEKANBARU, iNews.id – Dua kelompok gajah liar memasuki perkampungan warga di dua kabupaten di Provinsi Riau. Belasan ekor gajah liar ini merusak perkebunan warga. Kejadian ini menghebohkan warga Kabupaten Kampar dan Indragiri Hulu.

Berdasarkan informasi dari Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA), sekitar 17 ekor gajah liar merusak perkebunan sawit warga di Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar. Kawanan gajah itu merusak perkebunan sawit warga dan pisang milik warga.

Tim gabungan dari BKSDA Riau, bersama-sama Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN), polisi, dan masyarakat berupaya menggiring kawanana gajah tersebut kembali ke habitatnya. Akhirnya, belasan ekor gajah liar ini berhasil diusir kembali ke dalam Hutan Tesso Nilo, Sabtu pagi (12/10/2019).

“Empat ekor gajah sempat keluar dari kawanan 17 ekor gajah itu menyeberangi Sungai Kampar Kiri dan sudah berhasil kami giring kembali ke kelompoknya dan masuk Hutan Tesso Nilo,” kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Andri Hansen Siregar, Sabtu (12/10/2019).

 

BACA JUGA:

Serangan Kawanan Gajah Liar di Pesisir Barat Lampung, 1 Warga Tewas

BKSDA Aceh Evakuasi Gajah Liar di Perkebunan Subulussalam

 

Selain itu, seekor gajah liar jantan yang berusia 18 tahun masuk ke permukiman warga di Teluk Sejuah, Kabupaten Indragiri Hulu. Saat ini, tim BBKSDA Riau, YTNTN, polisi dan masyarakat masih berupaya mengusir gajah tersebut kembali ke habitatnya.

Gajah liar jantan ini terkenal ganas dan suka membabi buta mengejar lawannya karena sedang dalam masa birahi. Sejauh ini, petugas hanya berani melakukan pemantauan dari jarak jauh dan belum berhasil melakukan penggiringan. Sementara untuk menurunkan gajah jinak betina ke lokasi, petugas tidak memiliki anggaran.

Menurut Andri Hansen Siregar, kawanan gajah liar keluar dari habitatnya karena berkurangnya stok makanan di dalam hutan. Satwa-satwa itu juga berusaha mencari kawasan yang aman dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di dalam hutan dua bulan terakhir.

“Kita ketahui selama ini hampir dua bulan kita berjibaku mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Akibatnya gajah keluar dari habitatnya. Memang itu jalur pergerakan gajah untuk bisa survive atau mempertahankan hidupnya untuk mencari makan dan mencari tempat yang nyaman, jauh terganggu dari pengaruh asap,” kata Andri.


Editor : Maria Christina