Kekurangan Guru, TNI Bantu Mengajar Siswa SD di Perbatasan Timor Leste

Sefnat Besie ยท Kamis, 17 Januari 2019 - 01:10 WIB
Kekurangan Guru, TNI Bantu Mengajar Siswa SD di Perbatasan Timor Leste

Anggota TNI Satgas Pamtas RI, Serda I Kadek Panji Tinna Astrawan mengajar siswa SDK Nilulat, Kecamatan Bikomi Nilulat, NTT. (Foto: iNews.id/Sefnat Besie)

KEFAMENANU, iNews.id- Kekurangan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor pemerataan pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste tidak merata. Mayoritas guru lebih banyak memilih mengajar di wilayah perkotaan, sehingga banyak sekolah di pedalaman bahkan perbatasan menjadi berkurang.

Melihat kondisi tersebut, beberapa anggota TNI Satgas Pamtas RI-RDTL di Sektor barat, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara NTT terpanggil untuk membantu meningkatkan ilmu pengetahuan kepada murid sekolah di wilayah perbatasan.

Seperti yang dilakukan Serda I Kadek Panji Tinna Astrawan. Anggota Yonmek 741 Garuda Nusantara ini rela mengajar ilmu matematika kepada siswa di SDK Nilulat, Kecamatan Bikomi Nilulat.
 
Berbekal saat pelaksanaan latihan Pratugas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat di home base, personel telah diberikan bekal dan tata cara mengajar yang baik dan mudah dipahami oleh murid. Sehingga dapat diaplikasikan kepada murid yang berada di perbatasan.

"Murid-murid di SDK Ninulat cukup mengerti dengan teknik-teknik berhitung yang telah saya berikan. Jadi murid bisa belajar dengan cepat dan mudah dimengerti,” kata Serda I Kadek Panji Tinna Astrawan, selaku Wadanpos Ninulat, di Nilulat, Rabu, (16/01/2019).


BACA JUGA:

Guru Honorer Mogok Kerja, Polisi Gantikan Mengajar di Gunungkidul

Guru di Blitar Mogok Mengajar, Polisi Mengisi Pelajaran di Sejumlah SD

Kisah Aiptu Zaeni, Polisi di Purworejo yang Mengajar Anak-Anak Mengaji

Saat ini jumlah Guru di SDK Nilulat sebanyak enam orang dengan status tiga orang PNS dan tiga orang guru honorer, padahal jumlah siswa yang harus mereka ajar sebanyak 78 anak.

"Kita dari TNI hanya membantu mengajar setiap Senin dan Selasa. Mata pelajaran yang diajarkan di antaranya tematik (IPA, IPS, PKN, Bahasa Indonesia dll) - PJOK (pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan)- PBB (Peraturan Baris Berbaris)- Kesenian dan Pramuka," kata I Kadek Panji Tinna Astrawan.


Editor : Kastolani Marzuki