Keluarga Setuju Bawa Titi Wati ke RS, Dinkes Malah Tak Kasih Kepastian

Ade Sata ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 14:55 WIB
Keluarga Setuju Bawa Titi Wati ke RS, Dinkes Malah Tak Kasih Kepastian

Keluarga Titi Wati setuju untuk mengevakuasi perempuan berbobot 350 kg ini ke rumah sakit. (Foto: iNews/Ade Sata).

PALANGKARAYA, iNews.id - Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) belum bisa memastikan kapan Titi Wati, perempuan berbobot 350 kilogram, dapat dievakuasi ke rumah sakit.

Pihak keluarga dari ibu rumah tangga penderita obesitas akut telah sepakat agar Titi menjalani perawatan medis, termasuk operasi. Mereka khawatir kondisinya akan semakin buruk jika dalam waktu dekat belum juga ada penanganan medis.

Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, Kalteng, kembali mendatangi kediaman Titi di Jalan Giobos, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kamis (10/1/2019).

BACA JUGA: Bersedia Dievakuasi ke Rumah Sakit, Titi Wati Tunggu Persetujuan Kakak

Kali ini keperluannya hanya untuk meminta tanda tangan persetujuan keluarga terkait penanganan medis yang akan dilakukan terhadap Titi. Rencananya, memang akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangkaraya.

"Hasil bahwa pasien ini mau (tanda tangan surat persetujuan) akan kami rapatkan kembali," kata Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, Kalteng, Nor Sumiati.

Pihak Dinas Kesehatan akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor terkait penanganan terhadap Titi. Sedangkan kapan waktu penanganannya, kata dia, tidak bisa dipastikan. Namun, dia berharap segera ada kabar secepatnya setelah persetujuan dilaporkan.

BACA JUGA: Pemkot Siapkan Dokter Spesialis Tangani Titi Wati, Penderita Obesitas

Titi Wati bersama keluarga berharap prosedur administrasi di jajaran Pemerintah Kota Palangkaraya secepatnya bisa rampung. Dengan begitu, evakuasi bisa segera dilakukan, mengingat kondisi ibu penderita obesitas ini tak kunjung membaik.

"Kami harap nantinya bisa lagi berjalan, beraktivitas kembali," ujar dia.

Titi memang hanya bisa berbaring di lantai. Saat tamu berdatangan, dia dalam posisi telungkup menyambut mereka. Sulit bagi perempuan ini untuk menggerakkan tubuh, meski dalam posisi berbaring.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal