Krisis Air Bersih Meluas, 4 Kecamatan di Lombok Timur Alami Kekeringan

Ramli Nurawang ยท Jumat, 12 Juli 2019 - 12:15 WIB
Krisis Air Bersih Meluas, 4 Kecamatan di Lombok Timur Alami Kekeringan

Warga mengalami krisis air bersih di Lombok Timur pada musim kemarau tahun ini. (Foto: iNews/Ramli Nurawang).

LOMBOK TIMUR, iNews.id - Dampak kekeringan di Kabupaten Lombok Timur kian meluas. Dari dua kecamatan yang melaporkan mengalami krisis air bersih, kini bertambah menjadi empat kecamatan.

Empat kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sakra Timur dan Sambelia bagian utara.

Tak hanya kekurangan air bersih, dampak kekeringan ini melanda area persawahan yang biasa digunakan warga untuk bercocok tanam. Akibatnya, petani terancam gagal panen pada musim kemarau ini.

BACA JUGA: 17 Desa di Banyuwangi Krisis Air Bersih, Warga Antre Bawa Jeriken

"Kami memang sangat kesulitan mendapatkan air bersih," kata seorang warga, Baiq Husnul Paizah, kepada wartawan di Dusun Aro Inaq, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Jumat (12/7/2019).

Meski ada distribusi air dari pemerintah daerah (pemda), namun pasokannya untuk mereka masih tak mencukupi. Apalagi stok yang dikirimkan tidak setiap hari, sehingga warga selalu kekurangan air.

Warga bisa saja mendapatkan pasokan air, namun harus membelinya seharga Rp150.000 untuk satu tangki. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, mereka berharap ada solusi jangka panjang dari pemda.

BACA JUGA: Krisis Air Bersih, Warga Jalan Kaki 1 Km ke Sumur dan Antre Berjam-jam

"Kalau mau dapat air bersih harus beli. Satu tangkinya itu Rp150.000," ujar dia.

Dia menyatakan, solusi seperti pemasangan saluran air PAM bisa direalisasikan, sehingga di musim kemarau warga tak harus kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka pun menyanggupinya untuk iuran per bulan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Purnama Hadi mengatakan, dampak kekeringan memang semakin meluas. Pemda sendiri sudah mengantisipasinya dengan menyiapkan distribusi air bersih.

"Iya memang semakin luas kekeringan ini. Sekarang jadi empat kecamatan, sebelumnya hanya dua," ujar dia.

Dia mengungkapkan pemda sudah menganggarkan Rp2,5 milyar untuk kebutuhan air bersih warga. Solusi jangka panjang juga disiapkan agar masyarakat tak selalu mengalami krisis air bersih di musim kemarau.

"Sejumlah upaya itu di antaranya akan mengoptimalkan air dari DAM Pandan Duri dan sumber mata air yang ada di wilayah Jerowaru," ujar Purnama Hadi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal