Kronologi Penemuan 11 Mayat TKI yang Terapung di Selat Malaka Riau

Yusuf Marpaung ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 07:05 WIB
Kronologi Penemuan 11 Mayat TKI yang Terapung di Selat Malaka Riau

Tim Basarnas dan Polres Bengkalis mengevakuasi mayat yang diduga TKI di Perairan Selat Malaka, Kabupaten Bengkalis, Riau. (Foto: iNews/Muhammad Yusuf)

PEKANBARU, iNews.id – Penemuan 11 mayat yang mengapung di Perairan Selat Malaka, Kabupaten Bengkalis Riau, menggegerkan masyarakat. Berawal dari penemuan satu mayat pada Sabtu, 24 November lalu, mayat-mayat lain kembali ditemukan terapung. Kondisinya mengenaskan.

Hingga kini, penyebab kematian para korban masih misterius. Polisi masih melakukan penyelidikan. Dari beberapa mayat yang berhasil diidentifikasi dan keterangan keluarga korban, mereka para TKI yang dalam perjalanan pulang dari Malaysia ke Bengkalis dengan menggunakan speed boat pancung. Di perjalanan, kapal diduga tenggelam. Berikut kronologi penemuan 11 mayat tersebut:

Sabtu, 24 November 2018

Sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan pada 24 November 2018 di Perairan Bengkalis. Tim SAR langsung mengevakuasi mayat ke RSUD Dumai. Setelah tiga hari tidak ada keluarga yang mencari, jasad tersebut diserahkan ke Dinas Sosial Dumai yang selanjutnya mengebumikan korban di pemakaman umum setempat.

Kamis, 29 November 2018

Tiga jasad kembali ditemukan mengapung di Perairan Bantan Bengkalis. Satu di antaranya perempuan dan dua laki-laki. Kepala Kordinator SAR Bengkalis Tranpiranto mengatakan, ketiga jasad ditemukan berdekatan dan masih memakai pakaian lengkap. Namun, kondisinya sulit untuk dikenali karena sudah menggembung. Ketiga jasad langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Hasil identifikasi, dua korban warga Batang Kapas Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masing-masing Ujang Caniago (48) dan Mimi Dewi (37). Kedua jasad dibawa pihak keluarga ke Sumbar untuk dikebumikan di kampung halamannya.

Satu jasad lagi diindetifikasi pihak keluarga dari tanda lahir di kaki jempolnya, Marian Suhandi (24), warga Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

BACA JUGA: 

11 Jenazah TKI Korban Kapal Tenggelam Ditemukan di Selat Malaka

Terungkap, Jenazah di Selat Malaka Diduga TKI Korban Kapal Tenggelam

Jumat, 30 November-Sabtu, 1 Desember 2018

Satu per satu mayat kembali ditemukan nelayan dan kepolisian. Pada Jumat, 30 November 2018 hingga Sabtu, 1 Desember 2018, ditemukan lima mayat mengambang di Perairan Bengkalis tanpa identitas dengan waktu dan lokasi yang berjarak 2 mil dari Selat Malaka.

Tim Basarnas dan Polres Bengkalis selanjutnya mengevakuasi kelima jasad ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk diautopsi dan pengambilan sampel.

Selasa, 4 Desember-Rabu, 5 Desember 2018

Pada tanggal 4 dan 5 Desember 2018, nelayan dan polisi kembali menemukan dua jasad yang terdampar di tepi Pantai Merbau Meranti dan Rupat Selatan. Kedua mayat dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau. Komandan Kapal Basarnas Riau Leni Tadikan mengatakan, dari jasad yang ditemukan, kondisinya rusak dan ada yang terpisah hingga lima bagian.

Seluruh jasad yang ditemukan mengambang di Perairan Selat Malaka dan terdampar di Tepi Laut Rupat Selatan, total berjumlah 11 orang. Hingga kini, Polda Riau belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian para korban.


Editor : Maria Christina