Kunjungan Jokowi ke Kalbar Disambut Kabut Asap, BMKG Deteksi 935 Titik Panas

Antara, Faisal Abubakar ยท Kamis, 05 September 2019 - 16:36 WIB
Kunjungan Jokowi ke Kalbar Disambut Kabut Asap, BMKG Deteksi 935 Titik Panas

Presiden Jokowi saat tiba di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat dalam rangka kunjungan kerja di wilayah itu. (Foto: iNews.id/Faisal Abubakar)

PONTIANAK, iNews.id – Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kalimantan Barat disambut antusias warga daerah berjuluk Bumi Khatulistiwa, Kamis (5/9/2019).

Kunjungan presiden terpilih itu juga disambut dengan kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) sejak dua hari terakhir.

Jokowi bersama ibu negara Iriana Jokowi dan sejumlah menteri tiba di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya pada pukul 10.20 WIB dengan pesawat kepresidenan.

Dari Bandara Supadio, Presiden Jokowi akan langsung bertolak ke Taman Digulis Untan untuk menyerahkan sertifikat program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) kepada sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Presiden juga akan meninjau Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) di Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, pada pukul 15.15 WIB.

Selanjutnya dari Mako Lantamal, Presiden dan rombongan pada pukul 16.30 WIB akan melihat progres pembangunan Water Front Pontianak yang dibangun pada masa pemerintahannya.

Prakirawan BMKG Kelas I Supadio Pontianak, Tika mengatakan, dari data Lapan, sebaran hotspot  atau titik panas di provinsi itu saat ini mencapai 935 titik.

Dari ratusan titik panas itu, terbanyak ditemukan di Kabupaten Ketapang yaitu terdapat 452 titik hotspot. “Secara umum sebaran titik hotspot merata di Kalbar, kecuali di Kota Pontianak dan Kota Singkawang,” katanya.

BACA JUGA: Jokowi ke Pontianak, Serahkan Sertifikat Tanah pada Warga dan ke Mako Lantamal

Tika menuturkan, tadi pagi sekitar pukul 06.05 WIB untuk jarak pandang di wilayah Bandara Supadio Pontianak hanya berkisar 650 meter.

“Dalam empat hari ini berkurangnya potensi curah hujan dan meningkatnya suhu udara maka memudahkan kemungkinan terbakarnya lahan dan hutan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membakar lahan,” katanya.

Berikut sebaran titik hotspot berdasarkan pengolahan data Lapan Pontianak.

1. Kabupaten Sambas satu titik hotspot

2. Kabupaten Mempawah dua titik hotspot

3. Sanggau 119 titik

4. Ketapang 452 titik

5. Sintang 117 titik

6. Kapuas Hulu 46 titik

7. Bengkayang 13 titik

8. Landak 25 titik

9. Sekadau 60 titik

10. Kayong Utara 41 titik

11. Melawi 16 titik

12. Kubu Raya 38 titik

13. Pontianak tidak terdeteksi

14. Singkawang tidak terdeteksi


Editor : Kastolani Marzuki