Longboat Tenggelam di Selat Capalulu Kepsul Maluku Utara, 1 Tewas dan 1 Hilang

Antara ยท Kamis, 06 Juni 2019 - 16:29 WIB
Longboat Tenggelam di Selat Capalulu Kepsul Maluku Utara, 1 Tewas dan 1 Hilang

Ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: IST)

TERNATE, iNews.id – Sebuah kapal longboat berpenumpang sembilan orang tenggelam di Selat Capalulu, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provisni Maluku Utara, Rabu (5/6/2019). Akibatnya, satu korban meninggal dan seorang lainnya dinyatakan hilang.

Korban yang meninggal dunia bernama M Gazali Irlan (4) dan korban yang hilang bernama Abi Eza Irlan (6). Sementara tujuh korban yang selamat di antaranya Indah Sahjuwan, Risma Sahjuwan, Iskandar Umamit (Motoris), Darmin Safrudin, Julfa Bakir, Irsandi Umamit, Rifaldi Ridwan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Muhammad Arafah mengatakan, mereka mendapat informasi kecelakaan kapal tersebut dari Pospolair Res Polres Kabupaten Sula, Brigpol Irwan Duwila. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Sanana untuk pemapelan kepada kapal-kapal yang melalui Selat Capalulu.

BACA JUGA:

Basarnas Kerahkan Kapal SAR Cari KM Lintas Timur yang Tenggelam Bersama 17 ABK

Ini Identitas 17 Korban Hilang Tenggelamnya KM Lintas Timur di Perairan Banggai

Pihaknya kemudian memberangkatkan dua personel Rescuer Kansar Ternate menuju Sanana menggunakan Pesawat Susi Air, Kamis (6/6/2019), sekitar pukul 10.20 WIT. “Selanjutnya dari Sanana menuju Desa Pas Ipa menggunakan speedboat Polres Kepsul,” ujarnya.

Arafah menjelaskan, tim yang melaksanakan Operasi SAR dibagi menjadi dua SRU. SRU 1 terdiri atas KP XXX-3001 dan KP XXX-1003 yang melakukan pencarian di Search Area. Kemudian, SRU 2 membawa longboat masyarakat Desa Pas Ipa yang melakukan penyisiran di Pesisir Pulau Mangole, Pulau Taliabu dan Desa Pas Ipa.


BACA JUGA: Kesaksian Korban Selamat KM Lintas Timur yang Tenggelam, Terapung 4 Hari di Laut


Sebelumnya, pada Rabu pekan lalu, Basarnas berhasil menyelamatkan tujuh penumpang KLM Intan Sari yang mengalami mati mesin di sekitar perairan Pulau Makian-Moti.

KLM Intan Sari berkapasitas 59 GT itu berangkat pada Rabu, 29 Mei 2019 sekitar pukul 7.00 WIT. Dalam perjalanan, kapal tiba-tiba mengalami mati mesin akibat kondisi cuaca di lokasi berombak. Air mulai masuk melalui pintu palka sehingga mesin kapal mati antara Pulau Moti dan Makian.


Editor : Maria Christina