Mobil Terjun dari Kapal Feri di Pulang Pisau, Ibu dan 2 Anak Kembarnya Tenggelam

Ade Sata ยท Jumat, 05 Juli 2019 - 08:43 WIB
Mobil Terjun dari Kapal Feri di Pulang Pisau, Ibu dan 2 Anak Kembarnya Tenggelam

Warga menyaksikan proses pencarian korban tenggelam setelah mobil pikap terjun ke sungai dari kapal feri penyeberangan di Dusun Palambahen, Desa Pangkoh Hulu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Kamis (4/7/2019). (Foto: iNews/Ade Sata)

PULANG PISAU, iNews.id – Seorang ibu dan dua anak kembarnya tenggelam setelah mobil yang mereka tumpangi terjun ke sungai dari kapal feri penyeberangan di Dusun Palambahen, Desa Pangkoh Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (4/7/2019). Sementara sang suami selamat. Diduga kecelakaan ini terjadi lantaran rem mobil blong.

Ketiga korban yakni, Iis Heriati (27), dan dua anak kembarnya berusia 3,5 tahun, Rafi dan Rafa. Petugas yang melakukan pencarian dibantu warga hingga Kamis malam baru berhasil menemukan satu anak korban dalam kondisi tewas. Mereka kemudian mengevakuasi jenazah bocah bernama Rafa itu.

Kapolres Pulang Pisau AKPB Siswo Yuwono mengatakan, kronologi kejadian nahas tersebut berawal saat mobil pikap yang dikemudikan ayah korban, Khoirul Adi Setiawan (25), hendak menyeberang menggunakan kapal feri Kamis siang.


BACA JUGA: Minibus Terjun ke Sungai Batang Natal di Jalinsum Madina , 1 Tewas dan 2 Hilang


Saat mobil sudah berada di kapal feri, tiba-tiba mobil langsung terjun ke sungai. Ayah korban berhasil menyelamatkan diri keluar dari pintu mobil. Sementara istrinya Iis Heriati dan dua anak kembarnya Rafi dan Rafa tenggelam bersama mobil.

“Dari hasil penyelidikan petugas sementara, diduga mobil terjun dari feri ke sungai karena mengalami rem blong,” ujar Kapolres Pulang Pisau, Jumat (5/7/2019).

Siswo mengatakan, dari hasil pencarian, mereka hanya bisa menemukan satu anak korban dan mobil pikap yang tenggelam. Namun, saat diperiksa, ibu dan anaknya sudah tidak berada di mobil karena diduga hanyut terbawa arus sungai yang deras.

“Pencarian dihentikan karena arus sungai yang deras. Penyelam hanya berhasil menemukan satu korban, yaitu salah satu dari anak kembar,” ujarnya.

Jasad bocah tersebut kini telah di semayamkan di rumah sakit setempat. Sementara proses pencarian terhadap dua korban ibu dan anaknya dihentikan tadi malam dan dilanjutkan pada Jumat pagi ini.


Editor : Maria Christina