Modus Baru, BNN Gagalkan Penyelundupan 300 Kg Ganja di Antara Limbah Medis B3

Kastolani ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 20:53 WIB
Modus Baru, BNN Gagalkan Penyelundupan 300 Kg Ganja di Antara Limbah Medis B3

Petugas mengamankan 300 kg ganja yang akan diselundupkan dari Aceh ke Cilegon, Banten, melalui jalur darat. Barang haram itu disembunyikan di antara karung limbah medis B3. (Foto: Istimewa)

CILEGON, iNews,id – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan upaya penyelundupan ganja seberat 300 kilogram (kg) dari Aceh ke Cilegon, Banten, melalui jalur darat. Penyelundupan ini menggunakan modus baru, yakni menyembunyikan barang haram itu di antara karung limbah medis B3 (bahan beracun dan berbahaya).

Selain mengamankan 300 kg ganja tersebut, petugas BNN juga mengamankan tiga tersangka jaringan pengedar ganja. Ketiganya, yaitu DH, M, dan J.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, penangkapan jaringan pengedar ganja itu berawal dari informasi masyarakat tentang pengiriman ganja dari Aceh ke Banten. Setelah petugas melakukan penyelidikan, BNN menangkap DH di sebuah hotel di daerah Cilegon, Banten, pada Jumat, 10 April 2019.

BACA JUGA:

Gerebek Villa di Puncak, Polisi Amankan 13 Remaja saat Pesta Narkoba

BNN Amankan 122,15 Kilogram Sabu dari Sumatera

Petugas selanjutnya menggeledah mobil boks dan menemukan 10 karung plastik berisi ganja kering seberat 300 kg. Ganja tersebut disembunyikan di antara karung limbah medis B3.

“Ini merupakan modus baru. Karung yang berisi tanaman ganja kering disembunyikan di antara karung limbah medis B3 untuk menghilangkan bau dan mengelabui petugas,” kata Arman Depari, Kamis (16/5/2019).

Menurut keterangan salah satu tersangka pengedar ganja yang diamankan, DH, barang tersebut akan diserahkan kepada penerima berinisial M di depan hotel di daerah Cilegon tersebut. Selanjutnya pada tanggal 11 April 2019, sesaat setelah dilakukan serah terima barang, petugas mengamankan M dan J.

“Seluruh tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor BNN untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Arman Depari.

Arman Depari mengatakan, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 111 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.


Editor : Maria Christina