Modus Tawarkan Taring Babi, 3 Pelaku Gendam di Sampit Gondol Uang Pedagang hingga Rp20 Juta

Normansyah ยท Jumat, 08 November 2019 - 17:45 WIB
Modus Tawarkan Taring Babi, 3 Pelaku Gendam di Sampit Gondol Uang Pedagang hingga Rp20 Juta

Polisi tangkap 3 pelaku gendam di Sampit Kotim. (Foto: iNews/Normansyah).

SAMPIT, iNews.id - Polisi menangkap tiga pelaku gendam di kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) yang menjual jimat palsu seharga Rp20 juta. Target mereka yakni pedagang di pusat perbelanjaan yang ingin barang jualannya laku keras.

Aksi tersangka terekam kamera CCTV toko saat sedang melancarkan aksinya berusaha memperdaya pedagang toko. Salah satu dari mereka tampak menepuk bahu korban berkali-kali.

Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim), AKBP Mohammad Romel mengatakan, korban akhirnya menurut dengan kemauan pelaku. Dia lalu menyerahkan uang Rp20 juta untuk membeli barang-barang yang dianggap para pelaku sebagai jimat penglaris.

BACA JUGA: Uang Rp5 Juta dan Perhiasan Ditukar Tisu Basah, Wanita Korban Gendam di Yogyakarta Lapor Polisi

"Tapi pengakuan pelaku, barang-barang ini palsu. Mereka mendapatkan jimat yang disebut 'taring babi' di kampungnya, Kota Pontianak (Kalbar)," kata Romel kepada wartawan di Mapolres Kotim, Jumat (8/11/2019).

Ketiga tersangka yakni, Sabran (47), Boy Harianto (27) dan Ardi (52). Polisi menangkap ketiganya di hotel tempat mereka menginap di kota Sampit. Saat diperiksa, mereka mengaku telah melakukan aksi gendam ke korban, Kholik, yang merupakan pedagang di toko sembako.

Selain menangkap ketiga pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya 32 taring babi palsu dan uang hasil penipuan korban Kholik sebesar 9,9 juta.

BACA JUGA: Siswi Madrasah di Mojokerto Jadi Korban Gendam saat Jam Istirahat Sekolah

"Dari pengakuan mereka, aksi semacam ini sudah dijalankan lima kali. Baik di Kotim maupun di wilayah Pontianak," ujar dia.

Kini ketiganya dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sementara ini, mereka diamankan di Mapolres Kotim untuk menunggu proses hukum lanjutan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal