Nasib 33 Korban Longsor Tambang Emas di Bolmong Sulut Belum Diketahui

Cahya Sumirat ยท Jumat, 01 Maret 2019 - 11:21 WIB
Nasib 33 Korban Longsor Tambang Emas di Bolmong Sulut Belum Diketahui

Tim SAR gabungan menyelamatkan penambang korban longsor dari dalam reruntuhan tambang emas rakyat. (Foto/SAR MANADO)

LOLAK, iNews.id – Pencarian korban longsor tambang emas di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), memasuki hari keempat. Operasi tim SAR gabungan kini menggunakan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi 33 korban yang masih tertimbun.

“Sejak hari pertama kejadian ini dilaporkan, kami telah mengerahkan kekuatan SAR gabungan sebanyak 485 personel,” ujar Humas SAR Manado Fery Ari Yanto, Jumat (1/3/2019).

Kekuatan tim gabungan tersebut meliputi Basarnas 50 orang, TNI 60 orang, Polri 200 orang, Dinkes Bolmong 30 orang, J Resources 50 orang, Mapala Sulut 5 orang, PMI 10 orang dan masyarakat 100-an orang.


BACA JUGA:

Korban Tewas Longsor Tambang Emas di Bolmong Jadi 8 Orang, 19 Selamat

Update Longsor Tambang Ilegal di Bolmong Sulut, 6 Tewas dan 19 Selamat


Dia mengungkapkan, korban terakhir yang dievakuasi yakni pada Kamis (28/2/2019) pukul 15:00 Wita. Korban sempat mendapat penanganan medis di RSUD Popundayan Kotamobagu.

“Korban diamputasi untuk proses evakuasinya karena kaki kirinya terjepit batu. Setelah itu jiwanya tidak dapat tertolong lagi karena lemah,” ujarnya.

Ferry menjelaskan, pencarian hari keempat ini akan menggunakan alat berat mengingat sulitnya medan pencarian karena banyaknya bebatuan besar.

“Penggunaan alat berat ini atas kesepakatan antara Basarnas, Bupati Bolmong, Kapolres Bolmong, Korem Bolmong dan perusahaan tambang emas J Resources,” tuturnya.

Diketahui, hingga hari ketiga pencarian korban, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 27 orang dengan rincian 8 meninggal dan 19 selamat. Ditenggarai masih ada 33 penambang lainnya yang terjebak dan tertimbun reruntuhan.


Editor : Donald Karouw