Ongkos Kurang, Penumpang Elf di Pandeglang Dipaksa Duduk di Atas Mobil

Iskandar Nasution ยท Jumat, 14 Juni 2019 - 01:05 WIB
Ongkos Kurang, Penumpang Elf di Pandeglang Dipaksa Duduk di Atas Mobil

Penumpang elf di Pandeglang, Banten dipaksa duduk di atas kendaraan hanya karena tidak bisa membayar penuh ongkos. (Foto: iNews.id/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNews.id – Penumpang angkutan umum jenis elf di Kabupaten Pandeglang, Banten dipaksa duduk di atas kendaraan hanya karena tidak sanggup membayar utuh ongkos yang diminta kondektur.

Meski penuh risiko terjatuh dari kendaraan, para penumpang ini harus rela bertaruh nyawa duduk di atap kendaraan dengan kondisi bis yang melaju kencang. Peristiwa itu terjadi saat musim mudik dan balik Lebaran.

Para penumpang elf tujuan Citeureup tujuan Terminal Kadubanen, Pandeglang, Banten sering diminta ongkos yang melebihi tarif batas atas dari pemerintah. Tarif batas atas yang ditetapkan pemerintah di saat Lebaran berkisar Rp30.00 per orang. Namun saat ini kondektur elf memaksa penumpang untuk membayar sebesar Rp50.000 rupiah per orang.


Jika penumpang hanya mampu membayar Rp20.000, solusinya harus naik di atap kendaraan dengan konsekuensi risiko kecelakaan lebih tinggi. Meski demikian, tidak jarang para penumpang rela duduk di atap ketimbang tidak bisa pulang mudik atau balik ke tempat asal mereka.

“Saya disuruh duduk di atas karena ongkosnya kurang. Saya diminta Rp50.000 dari Citeureup ke Kadubanen, tapi saya gak punya uang jadi hanya kasih Rp20.000,” kata Tardi, penumpang elf.

Mahasiswa perguruan tinggi negeri ini terpaksa duduk di atas bis tanpa alat pengaman atau pegangan yang memadai. “Ya, mau gimana lagi,” ucapnya, Kamis (13/6/2019).

Meski sudah sering menelan korban jiwa, pihak aparat terkait tidak pernah menindak para awak elf tersebut. Mereka hanya dibiarkan meski terkadang sopir elf sering ugal-ugalan dalam mencari penumpang, menaikan ongkos secara sepihak oleh pihak awak belf juga tidak pernah mendapatkan sanksi tegas dari pemerintah setempat. Masyarakat berharap adanya angkutan umum pembantu untuk mengangkut para penumpang.


Editor : Kastolani Marzuki