Padamkan Karhutla, BPPT Taburkan Garam dan Tohor Aktif di Kalimantan-Sumatera

Aditya Pratama ยท Sabtu, 21 September 2019 - 12:26 WIB
Padamkan Karhutla, BPPT Taburkan Garam dan Tohor Aktif di Kalimantan-Sumatera

Ilustrasi pesawat Cassa 212 TNI AU yang digunakan untuk untuk operasi TMC di Riau. (Foto: Dok Antara)

JAKARTA, iNews.idKebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun kembali melakukan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menaburkan garam (NaCl) dan kapur tohor aktif (CaO) untuk mengatasi karhutla di dua wilayah itu, Sabtu (21/9/2019).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, Operasi TMC dilakukan setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengirimkan informasi mengenai potensi awan hujan sebagai target penyemaian.

Sebelumnya operasi TMC pada Jumat lalu (20/9/2019) berhasil menyebar 800 kg garam di Kalimantan Barat (Kalbar), 1.500 kg di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan 2.400 kg di Riau. “Hasilnya, hujan telah turun di beberapa wilayah di Kalbar, Kalteng, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Riau,” kata Agus Wibowo lewat siaran pers, Sabtu (21/9/2019).

BACA JUGA:

Panglima TNI Terjunkan Anggota Bantu Padamkam Karhutla

37 Orangutan Terserang ISPA Dirawat Intensif di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng

Agus mengatakan, pesawat operasional TMC di Kalimantan diterbangkan dari Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng, dengan menggunakan pesawat TNI AU. Pesawat dengan tipe CN-295 tersebut berkapasitas 2.400 kg. TMC juga dilakukan dengan pesawat TNI AU jenis Cassa 212-200 yang berpangkalan di Bandar Udara Supadio, Pontianak.

Sementara itu, operasi TMC di wilayah Sumatera dilakukan dari Pangkalan Udara Roesmin Noerjadin, Pekanbaru, Riau dengan menggunakan pesawat TNI AU. Pesawat yang digunakan berjenis Hercules C-130 dengan kapasitas 4.000 kg dan Cassa 212-200 yang berkapasitas 800 kg.

Hari ini, Sabtu (21/9/2019), 10.000 kg kapur tohor aktif (CaO) sudah datang di Palangkaraya dan akan disemaikan untuk operasi mengurangi kepekatan kabut asap di Kalimantan. Sementara untuk Riau sebanyak 10.000 kg kapur tohor aktif akan dikirim besok pagi.

”Diharapkan dengan kombinasi operasi pengurangan kabut asap dengan kapur tohor aktif dan TMC, hujan turun lebih mudah sehingga karhutla dapat padam dan langit kembali biru,” kata Agus Wibowo.


BACA JUGA: Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca di Kalimantan mulai Hasilkan Hujan


Agus mengatakan, khusus di Kalimantan, operasi TMC sudah dilakukan sejak hari Selasa, 17 September 2019. Awan disemai dengan 1.500 kg garam di wilayah Timur Banjar, Pulang Pisau dan Sampit. Hasilnya hujan belum berhasil turun.

Penyemaian awan dengan garam dilanjutkan pada Rabu, 18 September 2019, sebanyak 1.500 kg di wilayah Kabupaten Katingan, Utara Palangkaraya dan Kabupaten Kapus. Namun, hujan juga belum turun. Lalu pada Kamis, 19 September 2019, tidak dilakukan penyemaian karena tidak ada potensi awan hujan.

Operasi TMC dilanjutkan pada Jumat lalu, 20 September 2019, dari pukul 13.20 WIB sampai dengan pukul 15.35 WIB. Sebanyak 2.400 kg ditaburkan di wilayah Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Sampit, Gunungmas, Barito, Katingan dan Kota Palangkaraya. “Hasilnya hujan deras turun di Pulang Pisau, Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangkaraya, Martapura, dan Martapura Provinsi Kalsel,” katanya.

Sementara di Kalbar, tim TMC telah menyemai sekitar 800 kg garam di sekitar Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang, Jumat siang (20/9/2019). Hasilnya di Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang hujan. Kota Pontianak juga diguyur hujan intensitas sedang.


BACA JUGA: Kesimpulan BNPB: 80 Persen Lahan yang Terbakar Bakal Jadi Perkebunan


Di Riau, Operasi TMC sudah dilakukan sejak 26 Februari 2019 dengan pesawat Cassa 212-200 dari BPPT. Karena kebakaran tambah luas, sejak Jumat, 13 September 2019, Mabes TNI menambah 3 pesawat untuk memperkuat, yaitu Cassa 212-200, CN-295 dan Hercules C-130. Pesawat C-295 sejak hari Senin, 16 September 2019, dipindahkan ke Palangkaraya untuk operasi TMC di wilayah Kalimantan.

Operasi TMC di wilayah Riau kembali dilakukan pada Kamis (19/9/2019) dengan penyemaian awan dengan garam sebanyak 800 kg di wilayah Pelalawan, Kampar dan Lima Puluh Koto. Hasilnya terjadi hujan dengan intensitas deras dari jam 16.31 WIB sampai dengan 17.05 WIB di wilayah Kelurahan Teluk Blitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Meranti.

Pada Jumat, 20 September 2019, kembali dilakukan penyemaian awan sebanyak 4.000 kg di wilayah Siak, Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti, Kampar, Rokan Hulu dan Rokan Hilir. “Hasilnya hujan turun deras di wilayah Kelurahan Bukit Kapur Kota Dumai dekat perbatasan Kabupaten Bengkalis,” katanya.


Editor : Maria Christina