Panglima TNI Tak Ingin Pemilu 2019 Timbulkan Polarisasi Masyarakat

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 20 Mei 2019 - 12:38 WIB
Panglima TNI Tak Ingin Pemilu 2019 Timbulkan Polarisasi Masyarakat

Irjen TNI Letjen TNI Muhammad Herindra saat membacakan sambutan Panglima TNI dalam Safari Ramadhan 1440 H di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Minggu (19/5/2019). (Foto: Puspen TNI)

PEKANBARU, iNews.id – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan, selama kontestasi politik Pemilu 2019, terdapat kecenderungan polarisasi masyarakat Indonesia. Politik identitas telah memperuncing perbedaan dan mengangkat isu kesukuan, agama, serta berbagai kesenjangan yang ada. Akibat dari semua itu, sebagian masyarakat seolah-olah memusuhi sebagian yang lain.

“Polarisasi semacam itu merupakan hal yang kontraproduktif dengan upaya kita membangun bangsa. Para pendiri bangsa ini telah menyadari keanekaragaman kita sejak awal. Oleh karena itulah, Bhinneka Tunggal Ika dipilih sebagai semboyan, berbeda-beda tetapi tetap satu,” ujar Panglima dalam sambutan yang dibacakan Irjen TNI Letjen TNI Muhammad Herindra saat Safari Ramadhan 1440 H di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (19/5/2019).

Keberagaman dan kebhinnekaan itu seharusnya disyukuri karena akan menjadikan Indonesia kuat dan lebih dari negara lainnya. Indonesia memiliki segala-galanya. Untuk itu, bangsa ini harus bersatu padu menyatukan langkah, demi menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Menurut Panglima TNI, kekayaan keanekaragaman yang ada pada bangsa Indonesia seyogyanya menjadi kekuatan. Perbedaan yang ada selayaknya saling mengisi dan melengkapi.

“Potensi itu akan sangat kuat apabila kita menyadarinya dan berupaya untuk mengolahnya menjadi sebuah keunggulan,” tuturnya.

BACA JUGA: Panglima TNI: Ramadan Momentum untuk Mempererat Persatuan Bangsa

Panglima TNI juga menyebut Pemilu 2019 merupakan yang paling rumit di dunia. Hal ini tidak lepas dari berbagai kekurangan, bahkan menyebabkan ratusan pahlawan demokrasi gugur, serta ribuan lainnya sakit akibat melaksanakan tugas yang sangat melelahkan.

“Kekurangan yang ada hendaknya menjadi pelajaran dan kita sempurnakan agar tidak terulang lagi. Kita harus mempercayai proses yang sedang berjalan agar sistem yang ada menjadi semakin baik,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI dan anggota Polri, yang telah mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2019.

“Selaku Panglima TNI saya juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dengan baik. Berkat kerja sama kita semua Pemilu berjalan dengan aman, damai, lancar dan sukses,” katanya dalam kegiatan yang diikuti ribuan prajurit TNI dan anggota Polri bersama masyarakat.

Turut hadir pada kesempatan tersebut di antaranya Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Gubernur Riau  H Syamsuar, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muhamad Fajar, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Gunung Iskandar, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Rony Irianto Moningka dan Forkompinda Riau.


Editor : Donald Karouw