Pantau Karhutla di Riau, Panglima TNI Sebut Ada 3 Permasalahan

Donald Karouw ยท Sabtu, 23 Februari 2019 - 22:51 WIB
Pantau Karhutla di Riau, Panglima TNI Sebut Ada 3 Permasalahan

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memantau pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Sabtu (23/2/2019). (Foto: IST)

BENGKALIS, iNews.id – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Sabtu (23/2/2019). Panglima melihat ada tiga permasalahan yang harus ditindaklanjuti dalam mengatasi karhutla.

Pertama, selama ini early warning terkait karhutla tergantung dari satelit. Sementara satelit melaporkan posisi titik api setiap enam jam. “Kalau kebakarannya itu jam 7 pagi diterima satelit jam 6 kemudian. Sehingga setelah enam jam, kebakarannya telah tinggi,” kata Panglima TNI usai rapat terkait karhutla di VIP Room Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (23/2/2019).

Kedua, ketika diketahui titik api, pasukan yang merapat ke wilayah kebakaran mengalami kendala transportasi. Ketiga, alat untuk memadamkan titik kebakaran sangat terbatas.

BACA JUGA:

TNI Siapkan Pasukan dan Pompa Air di Lokasi Karhutla Riau

Perindo Desak Pemprov Sumsel Cabut Izin Perusahaan Pemicu Karhutla

Panglima mengatakan, TNI akan menyiapkan dan menambah pasukan untuk menjaga titik-titik api dan penindak kebakaran, seperti pompa air berkemampuan tinggi untuk bisa dioperasikan di lokasi karhutla. Dengan begitu, apabila ada potensi kebakaran, segera akan ditindaklanjuti.

“Kita (TNI) akan tambah prajurit di setiap titik yang berpotensi terjadinya kebakaran untuk menjaganya, termasuk menyiapkan penindak kebakaran seperti operator pompa yang ahli untuk mematikan lahan gambut sampai ke dasar paling dalam,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk segera memberikan penguatan prajurit TNI kepada pasukan yang sedang melakukan pemadaman api di Bengkalis. Karena itu, dia segera meluncur ke Riau untuk memantau langsung karhutla.

“Sesuai laporan dari satelit yang memiliki potensi kebakaran sangat tinggi di wilayah  Rokan Hilir, Dumai dan Rupat, Bengkalis,” ujarnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memantau karhutla di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, didampingi Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit Pangkoopsau I Marsda TNI Fadjar Prasetyo dan Pa Sahli Tk III Bidang Hubint Panglima TNI Marsma TNI Kukuh Sudibyanto.

Saat memantau karhutla, Panglima TNI mengatakan, untuk memadamkan api akan diupayakan dengan membuat modifikasi hujan buatan dan water bombing. Selain itu juga disiapkan alat transportasi seperti pesawat helikopter dan hercules.

“Mungkin bisa juga dengan balon diisi air kemudian dilempar dari atas udara ke titik-titik api. Mungkin 500 atau 200 liter air dengan diisi zat adiktif,” katanya.

Turut serta dalam pemantauan tersebut di antaranya, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Dandrem 031/WB Brigjen TNI Mohammad Fadjar dan Wakapolda Riau Brigjen Pol Wahyu Widada.


Editor : Maria Christina