Pasca-Bentrok Warga 2 Desa, Pemkab Buton Bangun Dapur Umum di Lokasi Pengungsian

Andhy Eba ยท Jumat, 07 Juni 2019 - 10:58 WIB
Pasca-Bentrok Warga 2 Desa, Pemkab Buton Bangun Dapur Umum di Lokasi Pengungsian

Pemkab Buton maupun warga secara swadaya membangun dapur umum di lokasi pengungsian. (Foto: iNews/Andhy Eba)

BUTON, iNews.id – Ratusan warga Desa Gunung Jaya masih bertahan di lokasi pengungsian pascabentrokan dengan warga Desa Sampoabalo, Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka tinggal sementara di rumah warga desa tetangga setelah kampung mereka dibakar.

Pantauan iNews, Pemerintah daerah juga telah sigap dengan membuat dapur umum untuk distribusi bantuan bahan makanan. Selain itu dapur umum juga dibangun secara swadaya tiga desa lainnya yang menampung para pengungsi.

Umumnya para pengungsi didominasi perempuan dan anak-anak. Sementara para pemuda bertahan di Desa Gunung Jaya untuk menjaga kampung mereka. Lokasi bentrok belum sepenuhnya kondusif dan tampak aparat TNI dan Polri berjaga-jaga.


Bupati Buton La Bakri mengatakan, distribusi bantuan makanan dan pembangunan dapur umum ini melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hal ini menjadi priotitas utama untuk membantu warga korban pertikaian yang mengungsi.

BACA JUGA: Bentrokan Warga 2 Desa di Buton Sultra, Polisi Buru Provokator

“Kami (Pemkab Buton) telah mendistribikan bantuan, khususnya sembako di sejumlah desa yang terdapat para pengungsi,” ujar Bupati Buton La Bakri, Jumat (7/6/2019).

Selain makanan, bantuan lainnya juga terus mengalir. Baik berupa pakaian, selimut hingga uang tunai sesuai kebutuhan para pengungsi. Tagana Buton hingga saat ini masih mendata jumlah korban di pengungsian.

Diketahui, pertikaian dua kelompok ini menyebabkan 87 rumah warga Desa Gunung Jaya ludes terbakar di Buton. Selain itu bentrokan juga menelan dua korban jiwa dan delapan luka-luka akibat terkena sabetan beda tajam


Editor : Donald Karouw