Pegawai Toko Ponsel di Mentaya Sampit Mengaku Dirampok, padahal Dicuri Sendiri

Normansyah ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 22:05 WIB
Pegawai Toko Ponsel di Mentaya Sampit Mengaku Dirampok, padahal Dicuri Sendiri

Pelaku AG saat diinterogasi polisi atas kasus pencurian dan pembuatan laporan palsu kasus perampokan di Kotawaringin Timur. (Foto: iNews.id/Normansyah).

KOTAWARINGIN TIMUR, iNews.id - Pemuda penjaga toko ponsel di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) ditangkap polisi atas kasus laporan palsu dan pencurian. Kepada Polisi, dia mengaku dirampok dengan senjata tajam dan kehilangan uang Rp47 juta.

AG (25) ditangkap aparat Polsek Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Dia diduga telah mencuri dan juga membuat laporan kepolisian palsu jika dirinya menjadi korban perampokan.

Kasus ini bermula saat AG, karyawan toko ponsel “Maitri” di PPM Sampit mengaku dirampok seseorang bersenjata tajam jenis celurit. Perampok membawa kabur uang toko senilai Rp47 juta.

BACA JUGA: Buat Laporan Palsu Diperkosa, TKI Ini Ternyata 'Main Belakang' dengan Majikan

Petugas Keamanan setempat lalu membawa AG ke Polsek Ketapang untuk membuat laporan. Saat memberikan keterangan, polisi menenukan banyak kejanggalan.

Kecurigaan polisi akhirnya terbukti. Dari keterangan beberapa saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan kasus perampokan itu hanyalah rekayasa AG.

Uang toko sebesar Rp47 juta tersebut sebenarnya telah dicuri AG secara bertahap sejak lama. AG yang mengakui perbuatannya kini diamankan di Mapolsek Ketapang.

BACA JUGA: Bermodal Surat Laporan Palsu, Gadis di Kudus Tipu Korban Rp80 Juta

Menurut Kapolsek Ketapang, AKP Wiwin Junianto, tujuan tersangka membuat laporan palsu untuk menggugurkan perbuatannya yang mengambil uang toko.

“Nanti akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penyidikan, mengapa pelaku melakukan hal itu,” katanya, Rabu (16/10/2019)

AG sebenarnya dipercaya pemilik toko untuk mengelola toko ponsel termasuk keuangan.

Penyidik Polsek Ketapang masih terus mendalami kasus itu guna melacak kemana saja pelaku melarikan uang hasil curiannya.


Editor : Umaya Khusniah