Pelajar Dikeroyok 4 Remaja di Lebak, Keluarga Minta Pelaku Dihukum

Iskandar Nasution ยท Kamis, 11 April 2019 - 10:33 WIB
Pelajar Dikeroyok 4 Remaja di Lebak, Keluarga Minta Pelaku Dihukum

Pelaku menginjak kepala korban RG di lahan kosong dekat perkebunan di Kampung Sepongkel, Desa Malimping, Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

BANTEN, iNews.id – Seorang pelajar SMK berusia 16 tahun dikeroyok empat remaja lainnya. Video pengeroyokan di area perkebunan kelapa sawit, di Desa Rahong, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Banten itu, akhirnya viral di media sosial. Keluarga berharap para pelaku dihukum.

Dari keterangan yang diperoleh iNews, pengeroyokan oleh empat remaja terhadap korban berinisial RG, terjadi pada Kamis, 4 April 2019 lalu. Pengeroyokan ini diduga karena pelaku berinisial R, sakit hati kepada RG yang diduga telah mengganggu pacarnya.

Hingga kini, korban RG hingga kini masih mengalami trauma berat dan lemas. Kepalanya hingga kini masih bengkak akibat dikeroyok oleh empat orang. Korban juga dipukuli di sekujur tubuhnya. “Sampai sekarang dia masih lemas sejak dipukulin itu,” ujar ibu korban, Aas, Kamis (11/4/2019).

BACA JUGA:

Siswi SMP Dikeroyok di Pontianak, Polisi Sebut Pelakunya 3 Orang

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak

Keluarga RG yang tidak terima akhirnya melaporkan kasus pengeroyokan itu ke Polsek Malimping, Lebak, Banten. Mereka berharap polisi memproses hukum para pelaku meskipun masih di bawah umur.

“Kami minta keadilan, kami tidak terima dengan kejadian ini. Kasus ini harus dilanjutkanlah ke proses hukum sampai selesai,” ujar Aas.

Kepala Desa Rahong Ubed Jubaedi mengatakan, dari keterangan keluarga dan korban, kejadian berawal saat korban RG mengirim pesan kepada pacar pelaku di Facebook. Keduanya sempat saling berkirim pesan beberapa kali. Pelaku R yang mengetahui hal itu kesal.

Dia lalu menantang korban duel di lahan kosong area perkebunan kelapa sawit di Kampung Sepongkel, Desa Malimping. “Berawal dari si korban yang mengirim pesan lewat inbox di Facebook kepada pacar pelaku,” kata Ubed.


BACA JUGA: Siswi SMP Dikeroyok di Pontianak, Perut Diinjak dan Kepala Dibenturkan


Saat akan duel tersebut, pelaku R ternyata membawa ketiga temannya yang lain. Dalam duel tersebut, korban sempat mengalahkan pelaku. Karena kalah duel, R dibantu teman-temannya mengeroyok korban.

Pelaku menghujani pukulan ke kepala dan tubuh korban RG hingga tak berdaya. Para pelaku juga memvideokan adegan-adegan tersebut. Mereka juga menyebarkan video pengeroyokan korban ke media sosial hingga menjadi viral.

Menurut Ubed, pelaku selama ini dikenal sebagai pelajar yang kerap tawuran. Beberapa kali aparat desa menangkap pelaku yang tengah tawuran di desa mereka.

Sementara Kapolsek Malimping Kompol Gopar mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari korban. Mereka menangani kasus ini dengan hati-hati karena melibatkan korban dan para pelaku yang masih di bawah umur.

“Pelaku menurut saksi ada empat, dua sudah kami ketahui nama dan alamtnya sedangkan dua lagi tidak diketahui karena korban mengaku tidak mengenalnya. Namun, sampai saat ini, kedua pelaku yang kami panggil tidak ada di tempat. Kami sudah menemui kedua orang tuanya supaya membawa anak mereka ke Polsek Malimping,” kata Gopar.


Editor : Maria Christina