Pembunuhan Balita Kembar di Kupang, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Emanuel Kau Suni ยท Sabtu, 07 September 2019 - 16:03 WIB
Pembunuhan Balita Kembar di Kupang, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Proses pemulangan jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang. (Foto: iNews/Eman Suni).

KUPANG, iNews.id - Kasus pembunuhan balita kembar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih dalam penyelidikan polisi. Ibu korban yang menjadi saksi kunci, kondisinya kritis dan dalam penanganan medis rumah sakit.

Jasad korban, Anggi Masus (5) dan Angga Masus (5), telah dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan setelah menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang pada Jumat (6/9/2019) malam.

"Sementara untuk hasil autopsi, kami masih menunggu dari tim Forensik," kata KBO Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sudjana, kepada wartawan di RS Bhayangkara Titus Uly Kupang, NTT, Sabtu (7/9/2019).

Menurut dia, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi untuk mengungkap kasus ini. Mereka yakni ayah korban, tetangga dan paman korban yang saat itu berada di lokasi.

Nantinya polisi akan memeriksa ibu korban. Namun yang bersangkutan kali ini masih menjalani perawatan intensif rumah sakit, sehingga petugas akan menunggu kondisi korban membaik terlebih dahulu.

BACA JUGA: Balita Kembar di Kupang Tewas Mengenaskan di Rumah, Ibu Korban Kritis

Ayah korban, Obir Masus mengatakan, tidak ada yang aneh dalam keluarganya selama beberapa hari terakhir. Dia sempat bertemu dengan kedua anak dan istrinya saat jam makan siang, ketika sedang istirahat bekerja.

"Saya masih makan sama-sama pukul 13.00 WIT. Mereka ini (anak-anak) kan kembar, jadi suka sekali bercanda sampai berkelahi. Tidak ada yang aneh juga dengan istri saya, biasa-biasa saja," ujar dia yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu.

Usai diautopsi, kedua jasad bocah malang ini diserahkan ke keluarga dan dibawa ke kampung halaman ayahnya di Lelogama, Kabupaten Kupang, untuk dimakamkan.

Polisi hingga kini masih terus mengumpulkan bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna mengungkap pelaku pembunuhan, serta motifnya itu.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal