Pemprov Riau Akan Tetapkan Status Siaga Kebakaran Lahan dan Hutan

Antara ยท Minggu, 17 Februari 2019 - 12:52 WIB
Pemprov Riau Akan Tetapkan Status Siaga Kebakaran Lahan dan Hutan

Ilustrasi kabut asap menganggu warga. (Foto: Istimewa).

PEKANBARU, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera menetapkan status siaga kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Hal ini menyusul masifnya bencana tersebut pada awal 2019 ini hingga mulai berdampak terjadinya kabut asap di sejumlah daerah.

"Insya Allah kalau tidak Senin (18/2/2019), Selasa (lusa) kami rapat koordinasi dengan pihak terkait. Nanti hasilnya kami putuskan setelah rapat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger, di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (17/2/2019).

Dia menjelaskan, secara regulasi masalah kabut asap ini telah memenuhi syarat untuk segera menetapkan status siaga Karlahut 2019. Sebab, dua daerah di Riau, yakni Kota Dumai dan Bengkalis telah terlebih dahulu menetapkan status tersebut di pekan ini.

BACA JUGA: Sebulan Tidak Ada Hujan, Asap Kebakaran Hutan Selimuti Dumai

"Secara aturan sudah. Dua daerah status siaga. Sudah terpenuhi aturan," kata dia.

Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai secara bersamaan menetapkan status siaga kebakaran lahan. Pemerintah Bengkalis menetapkan status tersebut setelah ratusan hektare lahan di Pulau Rupat terbakar hebat.

Hingga hari ini, upaya pemadaman dengan pengerahan ratusan personel gabungan dan masyarakat terus berlangsung.

Sementara, Pemkot Dumai menetapkan status yang sama setelah sejak awal pekan lalu, karena di sana diselimuti kabut asap hingga sempat menyentuh level bahaya.

BACA JUGA: Kebakaran Lahan di Aceh Barat, Asap Mulai Menganggu Kesehatan Warga

"Begitu sudah ditetapkan siaga, saya akan lapor ke BNPB untuk minta bantuan dan pendampingan. Termasuk minta tambahan helikopter dan lainnya," ujarnya.

Untuk saat ini, dia menegaskan akan mengoptimalkan kekuatan yang ada, terutama dua helikopter bantuan KLHK dan pihak swasta Sinarmas. Helikopter itu dipakai untuk kegiatan patroli dan upaya pemadaman melalui operasi pengeboman air.

"Kita manfaatkan dulu yang ada, bantuan KLHK dan swasta saat ini," kata Edwar.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal