Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami di Donggala Mulai Tempati Huntara

Antara ยท Selasa, 19 Februari 2019 - 11:12 WIB
Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami di Donggala Mulai Tempati Huntara

Tenda hunian warga korban gempa dan tsunami tergeletak di pengungsian Desa Wani, Kabupaten Donggala, Sulteng, Senin (18/2/2019). Sebagian besar pengungsi meninggalkan tenda pengungsian dan pindah ke huntara yang disediakan berbagai lembaga kemanusiaan. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

DONGGALA, iNews.id – Ratusan kepala keluarga pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai meninggalkan tenda-tenda darurat. Mereka kini menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun berbagai lembaga kemanusiaan di daerah itu.

Salah satunya terlihat di lapangan Wani, Kabupaten Donggala, Selasa (19/2/2019). Desa Wani merupakan wilayah terparah diterjang gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala karena terletak dekat pantai.

Dari pantauan, tenda-tenda yang dibangun oleh berbagai pihak, termasuk bantuan dari UNICEF dan Aksi Tanggap Cepat (ATC) relawan peduli bencana alam di Sulteng sudah banyak kosong.

BACA JUGA:

699 Huntara untuk Korban Gempa Sulteng Ditarget Selesai Februari 2019

44.000 Korban Gempa dan Tsunami Palu Segera Tempati 1.200 Unit Huntara

 

Salah seorang pengungsi, Mafud, mengatakan, selama empat bulan sejak terjadi gempa dan tsunami pada 28 September 2018, dia tinggal di tenda bantuan lembaga kemanusiaan tersebut. Namun, menjelang masa transisi darurat berakhir, kebanyakan pengungsi di Desa Wani sudah pindah ke huntara yang lokasinya juga di wilayah itu.

“Kami tentu sangat senang karena bisa menempati huntara,” katanya.

Hal senada juga disampaikan pengungsi lainnya, Yusuf. Sejak tiga hari ini, dia sudah tidak lagi tinggal di tenda pengungsian. Dia bersama istri dan anak-anaknya telah menempati huntara.

Menurut dia, selama di lokasi pengungsian, makan dan minum cukup memadai meskipun mereka hanya tinggal di tenda. Bantuan dari berbagai pihak juga terus mengalir sehingga para pengungsi tidak mengalami kekurangan makanan.

“Meski sudah pindah ke huntara, kami berharap bisa mendapatkan hunian tetap (huntap) karena rumah dan usaha kami habis diterjang gempa dan tsunami,” katanya.

Jumlah pengungsi korban gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala mencapai sekitar 36.343 jiwa. Jumlah itu tersebar dari berbagai desa dalam sejumlah kecamatan di daerah itu. Rumah penduduk yang rusak akibat gempa dan tsunami di kabupaten itu sekitar 17.000 unit, terdiri atas rusak berat 5.025, rusak sedang 5.624, dan rusak ringan 6.000 unit.


Editor : Maria Christina