Pengungsi Korban Gempa Palu di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Direlokasi

Kastolani ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 02:10 WIB
Pengungsi Korban Gempa Palu di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Direlokasi

Ratusan pengungsi korban gempa Palu di Bandara Mutiara Sis Al Jufri dipindahkan ke lapangan sementara. (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA, iNews.id – Ratusan pengungsi korban gempa dan tsunami Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah yang selama ini bertahan di Bandara Mutiara Sis Al Jufri direlokasi, Rabu (10/10/2018).

Mereka dipindahkan ke tempat penampungan sementara di Lapangan Pakih Rasyid milik Komando Resort Militer 132/Tadulako (Korem 132/Tadulako) yang berjarak 500 meter dari Bandara Mutiara Sis Al-Jufri. Relokasi tersebut dibantu 100 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti (WYC) dan Batalyon Infanteri Raider 600/Modang dan dipimpin langsung oleh Asisten Teritorial Komando Tugas Gabungan Terpadu (Aster Kogasgabpad) Kolonel Inf  M Muchidin.

Aster Kogasgabpad Kolonel Inf M Muchidin mengatakan, relokasi para pengungsi yang dilakukan oleh 100 personel TNI tersebut bertujuan agar aktivitas sehari-hari di sekitar Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu dapat berjalan lancar dan tidak terganggu dengan adanya para pengungsian yang masih berada di sekitar bandara.

“Terdapat sekitar 370 orang pengungsi yang masih bertahan di komplek bandara, dan mulai hari ini akan kita pindahkan ke tempat yang lebih aman dan representatif yaitu di Lapangan Pakih Rasyid milik Korem 132/Tadulako,” ujarnya.

BACA JUGA: 2 Hari Tak Makan, Pengungsi Gempa dan Tsunami Sulteng Pingsan di Lanud

Selain membantu melakukan relokasi bagi para pengungsi, kata dia, para prajurit TNI juga melakukan pembersihan disekitar bandara yang menjadi tempat pengungsian pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu.

Menurut Kolonel Inf M Muchidin, dari 370 orang pengungsi sebagian besar ingin kembali ke rumah masing-masing karena saat ini kondisi Kota Palu sudah berangsur-angsur pulih. “Fasilitas umum sudah berfungsi dengan baik seperti listrik telah menyala, perkantoran sudah buka dan beberapa pasar telah normal kembali,” ungkapnya.

Salah seorang pengungsi, Abdulah (56) mengatakan sebagian besar para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. “Hari ini saya akan pulang ke rumah setelah sepuluh hari mengungsi di bandara, dan saya mau membersihkan rumah yang sudah beberapa hari saya tinggalkan,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki