Penyandang Disabilitas Tewas Tanpa Busana dalam Parit di Palangkaraya

Ade Sata, Antara ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 07:53 WIB
Penyandang Disabilitas Tewas Tanpa Busana dalam Parit di Palangkaraya

Petugas saat mengevakuasi jenazah yang ditemukan dalam parit di Palangkarya. (Foto: iNews/Ade Sata)

PALANGKARAYA, iNews.id – Penemuan sesosok mayat pria yang tergeletak dalam parit tanpa menggunakan pakaian gegerkan warga Jalan RTA Milono, Kompleks Perumahan Bama Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (7/12/2018) malam. Identitas jasad itu diketahui bernama Santo Herman Karim (28) warga setempat yang merupakan penyandang disabilitas.

Kanit Reskrim Polsek Pahandut Ipda Rahis Fadillah mengatakan, korban ditemukan sejumlah masyakarat sekitar dalam parit yang cukup dalam di belakang kawasan perumahan. Korban sebelumnya dinyatakan hilang dan tak kembali ke rumah sejak Kamis (6/12/2018).

"Hasil visum bagian luar jenazah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Belum diketahui penyebab kematian korban, namun yang jelas posisinya ditemukan berada di dalam saluran air di semak-semak," ujarnya, Sabtu (8/12/2018).

BACA JUGA:  Mayat Bayi Tanpa Kepala Ditemukan di Lombok Tengah

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan orang tua almarhum, pihak keluarga sudah melakukan upaya pencarian terhadap anak semata wayang mereka. Mereka juga telah menyebarkan wajah dan identitas anaknya melalui media sosial (medsos) pribadinya, namun tidak kunjung ditemukan. Alangkah terkejutnya mereka saat mendengar kabar anak kesayangannya yang berkebutuhan khusus sudah tidak bernyawa lagi.

"Menurut pemeriksaan dokter forensik dari RSUD Doris Sylvanus, jenazah korban sudah meninggal kurang lebih tiga hari karena sudah mengeluarkan aroma bau tak sedap dan kulitnya terkelupas," katanya.

Rahis menutukan, polisi tetap akan melakukan pemeriksaan serta menyelidiki kasus tersebut untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. "Penyelidikan tetap kami lakukan,” ucapnya.

Sementara itu orang tua almarhum bernama Budi (48) mengakui, anaknya itu masih berstatus menjadi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dan tak kembali ke rumah sejak beberapa hari terakhir. "Iya, anak saya masih berstatus siswa SLB di Palangkaraya. Biasanya dia tidak jauh dari rumah kalau hendak bermain. Jujur, saya tidak menyangka atas kejadian ini," tuturnya dengan nada sedih.

Isak tangis keluarga pecah saat melihat kondisi almarhum. Kasus penemuan mayat tersebut kini sudah ditangani petugas kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti.


Editor : Donald Karouw