Pergoki Selingkuh dengan Ibunya, Pemuda di NTB Bunuh Kepala Dusun

M. Awaluddin ยท Senin, 14 Januari 2019 - 13:58 WIB
Pergoki Selingkuh dengan Ibunya, Pemuda di NTB Bunuh Kepala Dusun

Kapolres Lombok Barat AKBP Heri Wahyudi menunjukkan barang bukti pembunuhan di Mapolres Lombok Barat, NTB, Senin (14/1/2019). (Foto: iNews/M Awaludin)

LOMBOK BARAT, iNews.id – Seorang pemuda berusia 28 tahun membunuh kepala dusun (kadus) yang diduga selingkuhan ibunya di Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tengara Barat (NTB). Aksi nekat itu dia lakukan setelah memergoki sang ibu bermesraan dengan korban di tengah sawah.

Korban, Sanim (50), kepala dusun di Desa Kedaro, tewas akibat mengalami luka tusukan senjata tajam. Saat ini, pelaku M alias I, warga Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, mendekam di Polres Lombok Barat. Pelaku menyerahkan diri setelah menghabisi nyawa korban.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Barat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Heri Wahyudi mengatakan, kejadian itu berawal saat pelaku sedang mencari ibunya, pada Jumat malam (11/1/2019) di sawah. Pelaku kemudian mendengar suara orang sedang berbicara. Namun, dia malah menemukan ibunya sedang bermesraan dengan korban.

“Pelaku curiga, dia menyenter orang yang sedang berbicara itu di sawah, dan ternyata itu ibunya bersama kepala dusun. Ibu pelaku langsung melarikan diri,” kata Heri Wahdyudi saat pemaparan di Mapolres Lombok Barat, Senin (14/1/2019).

BACA JUGA:

Polisi Tangkap Pembunuh 1 Keluarga di Rejang Lebong, Ini Identitasnya

Sering Disiksa, IRT Bunuh Suaminya Dibantu 2 Anak Kandung dan Menantu

Tidak terima ibunya selingkuh dengan korban, pelaku sempat terlibat adu mulut dengan Sanim. Perkelahian pun tidak bisa dihindarkan. Korban akhirnya tewas dengan senjata tajam badik yang dia bawa.

“Korban sempat melarikan diri karena terdesak dan sempat jatuh dua kali. Senjata korban kemudian diambil pelaku. Dia lalu mengejar korban dan mereka kembali berkelahi hingga akhirnya korban tewas dengan badiknya sendiri,” kata Heri Wahyudi.

Menurut keterangan pelaku, aksinya itu spontan karena emosi melihat korban bermesraan dengan ibunya. “Itu spontanitas saya karena memergoki mereka,” katanya.

Setelah membunuh korban, pelaku langsung menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sebuah senjata tajam, sebuah batu, dan pakaian korban.

“Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” kata Heri.


Editor : Maria Christina