Perusuh 22 Mei di Pontianak Dibebaskan, Gubernur dan Sultan Jamin Kamtibmas

Uun Yuniar, Antara, Gusty Eddy ยท Kamis, 23 Mei 2019 - 17:36 WIB
Perusuh 22 Mei di Pontianak Dibebaskan, Gubernur dan Sultan Jamin Kamtibmas

Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie saat membacakan pernyataan untuk menjamin kebebesan mereka yang ditangkap dalam aksi kerusuhan 22 Mei. (Foto: iNews/Gusti Eddy)

PONTIANAK, iNews.id – Ratusan orang yang ditangkap atas keterlibatan aksi kerusuhan 22 Mei di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), dibebaskan. Pembebasan mereka dijamin Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie saat mediasi bersama aparat TNI dan Polri di Mapolda Kalbar, Kamis (23/5/2019).

Sedikitnya ada 203 orang yang dikembalikan kepada orangtua masing-masing. Mereka dibebaskan dengan syarat tidak mengulang perbuatannya kembali. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama semua pihak.

Jika kembali ditangkap atas kesalahan serupa, mereka langsung akan diproses hukum sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, pembebasan ini atas jaminan Sultan Pontianak yang dilengkapi dengan surat pernyataan berbagai pihak. Intinya tidak akan mengulangi tindakan yang merugikan banyak pihak tersebut.

BACA JUGA:

Aksi 22 Mei di Pontianak, Danramil Kena Lemparan Batu dan 3 Polisi Tertembak

Kerusuhan 22 Mei di Pontianak, 98 Orang yang Ditangkap Positif Narkoba


"Semua biaya pengobatan baik perusuh dan aparat penegak hukum yang dirawat di rumah sakit akan ditanggung Pemprov Kalbar," ujarnya.

Sementara Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie menegaskan, akan menjamin keamanan dan kondusivitas pascakerusuhan. Dia menegaskan, masyarakat di wilayah kecamatan Pontianak Timur tidak akan mengulang aksi 22 Mei.

"Saya akan bertanggung jawab dan menjamin situasi gangguan kamtibmas di wilayah Pontianak Timur tidak akan terulang lagi," ujar Syarif Mahmuch Melvin Alkadrie, saat membacakan surat pernyataannya di Ruang Tri Bhrata Mapolda Kalbar.

Dia juga mengungkapkan akan bertanggung jawab penuh terhadap keberadaaan masyarakat dalam wilayah Kesultanan Pontianak. Khsususnya dalam menjaga keamanan agar kondusif, serta mengawasi aktivitas warga dengan sebaik-baiknya.

"Surat pernyataan ini saya buat tanpa paksaan dari pihak manapun. Apabila di kemudian hari tidak sesuai dengan pernyataan tersebut, maka sungguh dituntut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," tuturnya.

Mediasi dan pernyataan ini dihadiri Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Herman Asaribab, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie, serta sejumlah orangtua dari perusuh yang ditangkap.


Editor : Donald Karouw