Pesawat Jatuh, Lion Air Klaim Operasional Penerbangan Tetap Normal

iNews, Antara ยท Kamis, 01 November 2018 - 12:23 WIB
Pesawat Jatuh, Lion Air Klaim Operasional Penerbangan Tetap Normal

Pesawat Lion Air. (Foto: AFP)

PANGKALPINANG, iNews.id – Pascakecelakaan pesawat yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Maskapai Lion Air mengklaim jadwal penerbangan tetap berjalan normal. Tidak ada penurunan jumlah penumpang setelah tragedi itu. Harga tiket juga masih normal.

“Penerbangan kita tetap normal. Jumlah penumpang sama seperti biasa, tidak ada penurunan yang signifikan,” kata Airport Manager Lion Air, Maulan Nursyamsu di Pangkalpinang, Kamis (1/11/2018).

Dia mengatakan, dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang, dalam satu hari jadwal terbang maskapai Lion Air rute Pangkalpinang-Jakarta enam kali. Kemudian, satu kali rute Pangkalpinang-Batam, dua kali Pangkalpinang-Palembang, dan satu kali Pangkalpinang-Tanjung Pandan.

BACA JUGA: 

Lion Air Jatuh, YLKI Minta Kemenhub Tingkatkan Pengawasan ke Maskapai

Pemerintah Australia Instruksikan Pegawainya Tak Gunakan Lion Air

Harga tiket maskapai juga masih normal mulai dari Rp354.000, tergantung tujuan daerah. H+4 pascatragedi Lion Air JT 610 tidak memberi dampak buruk untuk jadwal penerbangan.

“Hingga saat ini penerbangan masih normal. Tidak ada penumpang yang langsung melakukan cancel penerbangan. Hanya ada satu dua orang saja yang membatalkan diri karena memang ada kesibukan,” ujarnya.

Maulana menambahkan, jumlah petugas maskapai Lion Air juga tidak ada perubahan atau penambahan, khususnya di Pangkalpinang. Sebab, operasional maskapai berjalan normal. “Operasional kami juga berjalan normal. Tidak ada penambahan personel atau petugas lain,” ujarnya.


BACA JUGA: Pelayanan Buruk, YLKI Sebut Konsumen Pilih Lion Air karena Murah


Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi sebelumnya mengatakan, Lion Air sering dituduh sebagai raja maskapai terlambat dan menjadi imej buruk bagi maskapai itu. Imej buruk itu ditambah dengan kecelakaan fatal yang menimpa Lion Air. "Selama 5-7 tahun terakhir, sudah tiga kasus menewaskan ratusan penumpang," kata Tulus di iNews.

Tulus mengatakan, Lion Air juga sudah menjadi rajanya penerbangan di Indonesia dan menguasai seluruh lini. "Makanya Lion Air berani mengatakan, kami tahu pelayanan kami buruk tapi masyarakat tidak ada pilihan. Masyarakat tergiur dengan tarif yang diklaim murah sehingga niat konsumen terbang lebih kepada pertimbangan biaya yang murah daripada yang lainnya," kata Tulus.


Editor : Maria Christina