PN Serang dan Kejari Cilegon Diteror Bom, Peradilan Terganggu

Sindonews ยท Selasa, 25 September 2018 - 18:30 WIB
PN Serang dan Kejari Cilegon Diteror Bom, Peradilan Terganggu

Ilustrasi teror bom. (Foto: Okezone)

CILEGON, iNews.id – Pengadilan Negeri Serang dan Kantor Kejaksaan Negeri Cilegon, Banten mendapat ancaman bom oleh orang tak dikenal (OTK). Teror itu ditujukan kepada kedua instansi melalui pesan singkat yang diterima oleh salah satu pegawainya.

Teror bom ke PN Serang dikirim melalui pesan singkat yang diterima Ketua Ketua Pengadilan Negeri Serang Sumantono, siang tadi. Pesan diterima sekitar pukul 12.30 WIB oleh Sumantono saat sedang rapat di gedung Mahkamah Agung.

Sumantono pun langsung memberitahukan kepada Humas PN Serang Epiyanto untuk mengevakuasi seluruh pegawai, pegunjung, dan tahanan yang akan mengikuti sidang.

"Saya dapat kabat dari Pak ketua yang sedang rapat di Mahkamah Agung. Bahwa ada ancaman bom. Enggak tahu (melalui) sms atau telepon. Katanya sudah dipasang (bom) di sini (Pengadilan)," kata Epiyanto.

Sejumlah personel gegana Brimob Polda Banten lantas menyisir seluruh ruangan dan sudut-sudut gedung PN Serang tiga lantai. "Persidangan terganggu, kita tunda pekan depan. Kalau sudah aman kita masuk lagi,” ujarnya.

Tak lama kemudian, giliran Kejari Cilegon yang jadi sasaran ancaman serupa. Teror bom diterima melalui pesan singkat yang diterima salah satu pegawai Kejari Cilegon.

Kasat Sabhara Polres Cilegon, AKP Fauzan Afifi mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari pihak Kejari yang menyampaikan adanya ancaman bom dari seseorang yang tidak dikenal.

"Tadi ada laporan dari kejaksaan ke Polres, terus tadi tindakan kita lakukan pengamanan lokasi dulu, lalu pegawai kejaksaan kami amankan dulu dan gedung di kosongkan," kata Fauzan. Selasa (25/9/2018).

Sebanyak 10 personel tim Gegana Polda Banten kemudian menyisir seluruh ruangan dan sudut gedung Kejari Cilegon menggunakan berbagai alat. Hasilnya, tidak ditemukan benda mencurigakan. “Tim Gegana untuk melakukan sterilisasi, hasilnya kosong dan tidak ditemukan apa-apa," ujarnya.

Setelah dipastikan seteril, pegawai kembali masuk kedalam ruangan masing-masing sehingga kembali normal yang sebelumnya terjadi kepanikan.


Editor : Himas Puspito Putra