Polda Jambi Bidik TPPU Jaringan Internasional Narkoba yang Libatkan Oknum PNS

Antara ยท Senin, 20 Mei 2019 - 10:10 WIB
Polda Jambi Bidik TPPU Jaringan Internasional Narkoba yang Libatkan Oknum PNS

Penyidik Ditresnarkoba Polda Jambi mengembangkan kasus narkoba melibatkan oknum PNS Kepri ke kasus TPPU. (Foto Ilustrasi: Okezone)

JAMBI, iNews.id – Polda Jambi membidik kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap anggota jaringan internasional narkoba yang melibatkan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pelaku yang pernah menjabat ajudan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) itu sebelunya ditangkap di Jambi saat membawa 1,3 kg sabu dan 12.511 butir pil ekstasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Kombes Eka Wahyudinata mengatakan, kasus narkoba jenis sabu dan ekstasi yang berhasil digagalkan Tim Ditresnarkoba Polda Jambi terus berjalan. Hingga saat ini, petugas tengah mendalami peran keempat tersangka yang ditangkap, yakni Agustinus (38), M Roma Ardadan Julica (38) oknum PNS Kepri, M Rizal (27), dan Eko Renaldi (29).

“Tidak menutup kemungkinan kasus TPPU-nya juga akan disidik polisi,” kata Eka Wahyudinata, di Jambi, Senin (20/5/2019).


BACA JUGA: BNNP Jateng Amankan Rp4,8 Miliar Hasil Pencucian Uang Narkoba


Dalam penangkapan keempat tersangka, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 1,3 kg narkotika jenis sabu dan 12.511 butir pil ekstasi kualitas super. Jika dikonversikan, nilainya mencapai Rp8 miliar. “Karena itu, kasus ini tidak menutup kemungkinan mengarah ke TPPU setelah berkas perkara utamanya kasus narkoba diselesaikan penyidikannya,” katanya.

Eka mengatakan, saat ini penyidik Ditresnarkoba Polda Jambi masih mendalami barang bukti dan keterangan dari para tersangka. Jika penyidik menemukan petunjuk dan barang bukti, maka akan langsung diarahkan ke TPPU kepada para tersangka, termasuk mantan ajudan gubernur Kepri yang juga saat ini masih berstatus PNS.

“Tim masih memeriksa barang bukti dan mengalir keterangan para tersangka. Kalau ada bukti baru, langsung dikenakan pada pidana TPPU. Kalau sudah disangkakan TPPU, maka akan terungkap siap sebenarnya mereka apakah kurir atau bandar dalam kasus itu,” ujar Eka.

Dia menambahkan, barang bukti berupa transaksi rekening bank masih dalam pemeriksaan. Hal itu untuk memastikan keluar masuk uang di rekening tersebut merupakan tindak kejahatan narkotika. Kemudian, ada bukti transfer uang yang juga masih diperiksa apakah uang di dalamnya merupakan hasil jual narkoba atau tidak.

“Seluruh barang bukti narkoba yang berhasil disita Polda Jambi itu berasal dari negara tetangga, yakni Malaysia. Narkoba akan dikirim ke Provinsi Sumatera Selatan lewat jalur darat melalui Provinsi Jambi atau lintas Sumatera,” katanya.

Eka juga mengatakan, saat ini, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 114 junto Pasal 132 Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka dincaman dengan kurungan penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara.


Editor : Maria Christina