Polda Jambi Tangkap WNA China yang Jadi Tenaga Ahli Penyelundupan Benih Lobster

Adrianus Susandra ยท Selasa, 14 Mei 2019 - 18:44 WIB
Polda Jambi Tangkap WNA China yang Jadi Tenaga Ahli Penyelundupan Benih Lobster

Direktur Polairud Polda Jambi Kombes Pol Fauzi Bakti mengungkapkan penangkapan enam tersangka sindikat penyelundupan benih lobster ilegal, yang salah satunya WNA asal China. (Foto: iNews/Adrianus Susandra)

JAMBI, iNews.id – Direktorat Kepolisian Perairan Polda Jambi dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi menangkap enam orang sindikat penyelundupan benih lobster ke luar negeri. Salah satunya, warga negara asing (WNA) asal China yang menjadi tenaga ahli pengelola benih lobster.

Direktur Polairud Polda Jambi Kombes Pol Fauzi Bakti mengungkapkan, penangkapan sindikat penyelundupan benih lobster tersebut terungkap setelah petugas melakukan pengembangan dari pelaku yang sebelumnya berhasil ditangkap.

Petugas gabungan Ditpolairud dan BKIPM Jambi kemudian menggerebek sebuah rumah yang menjadi lokasi penampungan benih lobster ilegal di RT 09 Kelurahan Beliung, Kecamatan Alama Barajo, Kota Jambi.

Dari penggerebekan itu, petugas menangkap WNA China bernama Kong Huiping (36) dan lima pekerja lainnya. “Kong Huiping ini menjadi tenaga ahli yang berperan mengatur waktu kapan benih lobster yang didatangkan dari Pulau Jawa tersebut harus dikirimkan ke luar negeri,” kata Fauzi, Selasa (14/5/2019).

BACA JUGA:

Penyelundupan Handphone Senilai Rp7 Miliar Digagalkan Polisi

TNI Gagalkan Penyelundupan Miras dari Malaysia di Kalimantan Barat

Kong Huiping juga masuk daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri dalam kasus yang sama. Pelaku didatangkan oleh seseorang berinisial RN yang berada di China. Karena itu, Ditpoliarud Polda Jambi akan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri terkait penanganan kasus Kong Huiping.

Sementara lima pelaku lain masing-masing dua orang penerjemah bahasa. Tiga orang lainnya pekerja yang mengemas benih lobster ke dalam kotak sebelum diselundupkan melalui perairan laut Jambi tujuan Batam, hingga akhirnya sampai ke luar negeri.

“Selain mengamankan para pelaku, petugas gabungan juga mengamankan 81.000 ekor benih lobster jenis pasir yang bernilai mencapai Rp12 miliar serta peralatan yang digunakan untuk kebutuhan benih lobster,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, para pelaku diancam dengan Pasal 88 juncto Pasal 16 juncto Pasal 100 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tetang perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp1,5 miliar.

Diketahui, sejak sepekan terakhir, petugas gabungan Ditpolairud Polda Jambi dan petugas BKIPM Jambi telah menyelamatkan sedikitnya 200.000 lebih benih lobster bernilai mencapai Rp30 miliar lebih yang akan diselundupkan ke luar negeri. Setelah diamankan, benih lobster selundupan akan dilepasliarkan ke habitatnya oleh petugas BKIPM Jambi.


Editor : Maria Christina